Kodam XIX/Tuanku Tambusai Perkuat Penanganan Karhutla, Presiden Perintahkan 500 Sumur Bor
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo
PEKANBARU — Kodam XIX/Tuanku Tambusai memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, dan unsur terkait setelah luas lahan terbakar mencapai 16.277,50 hektare. Penguatan penanganan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di Posko Aju Provinsi Riau, Lanud Rsn, Pekanbaru, Senin (24/8/2026).
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo hadir dalam rapat tersebut bersama jajaran pemerintah pusat dan Forkopimda Riau. Pertemuan membahas langkah percepatan pemadaman sekaligus penguatan pencegahan karhutla di wilayah Riau.
Kalaksa BPBD Riau M. Edy Afrizal melaporkan, hingga 23 Agustus 2026 tercatat 10.514 hotspot sejak Januari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 521 titik dilaporkan terbakar.
Sekitar 900 hektare lahan masih terbakar pada tujuh titik yang tersebar di empat kabupaten. Kondisi lahan yang semakin kering membuat penanganan membutuhkan kombinasi operasi darat dan udara.
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengatakan personel di lapangan harus bergerak cepat, terutama ketika titik api sulit dijangkau dari darat.
“Tindakan efektif dengan melakukan IMC karena kadar tanah di Riau tahun ini lebih kering. Titik yang tidak terjangkau pasukan darat dibantu dengan helikopter water bombing untuk memutus luasan kebakaran,” ujar Agus.
Untuk wilayah gambut, upaya pengendalian dilakukan melalui pembangunan sekat kanal dengan lebar sekitar 5–7 meter. Sebanyak 15 unit ekskavator disiapkan untuk mendukung pengerjaan sekat kanal dan upaya pembasahan lahan.
Sementara dari udara, dukungan helikopter water bombing disiapkan untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit ditangani pasukan darat.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo memberikan arahan agar penanganan karhutla dilakukan sejak tahap awal. Presiden juga memerintahkan penyiapan 500 sumur bor, 700 tabung oksigen, dan dua helikopter water bombing untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Selain pemadaman, penegakan hukum menjadi perhatian. Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan melaporkan terdapat 94 laporan polisi dengan 106 tersangka sepanjang 2025 hingga 2026. Khusus 2026, polisi menangani 33 laporan dengan 36 tersangka dan luas lahan terbakar 806,57 hektare.
Presiden juga meminta aparat mencegah pembakaran lahan serta menindak tegas pihak yang terbukti melanggar, termasuk korporasi, dengan sanksi hingga pencabutan izin.
Rapat yang berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 WIB itu berjalan aman dan kondusif. Penanganan karhutla Riau selanjutnya diarahkan pada percepatan pemadaman, penguatan pencegahan, pengerahan kekuatan darat dan udara, serta penegakan hukum secara terpadu.
Dengan penguatan personel, alat, sumber air, dan dukungan udara, Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama seluruh unsur terkait dituntut bergerak cepat sebelum titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Editor :Tim Sigapnews