PHR Bekali Wartawan Hadapi Disrupsi Digital dan Risiko Hukum
Lewat Literasi Digital, PHR mendukung Wartawan agar Semakin Adaptif dan Profesional.
DURI – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memperkuat kapasitas puluhan jurnalis melalui kegiatan Literasi Digital Media 2026 yang digelar di Hang Nadim Conference Room, Widuri Club PHR, Duri, wilayah operasional North, baru-baru ini.
Kegiatan tersebut menjadi upaya perusahaan membekali insan pers menghadapi tantangan disrupsi teknologi, perkembangan kecerdasan buatan (AI), hingga risiko hukum dalam praktik jurnalistik.
Kegiatan diawali dengan jalan santai yang diikuti jajaran manajemen PHR bersama para wartawan. Suasana berlangsung akrab dan cair.
Selain mendorong pola hidup sehat, momen tersebut dimanfaatkan sebagai ruang diskusi informal antara perusahaan dan media yang selama ini menjadi mitra strategis dalam penyebaran informasi sektor energi.
Usai kegiatan olahraga bersama, para peserta mengikuti sesi literasi yang mengangkat dua tema utama, yakni kesadaran hukum pers (Legal Awareness) dan adaptasi teknologi digital (Tech Adaptation).
Materi hukum pers disampaikan Ahli Pers Dewan Pers, Mario Abdillah Khair, yang mengulas kode etik jurnalistik, tata kelola pemberitaan yang profesional, serta langkah mitigasi untuk menghindari sengketa hukum dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Pada sesi berikutnya, Eko Faizin dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru memberikan pembekalan terkait pemanfaatan teknologi digital dan media sosial secara etis.
Para wartawan diajak memahami cara memanfaatkan platform digital untuk riset tren, distribusi informasi, hingga produksi konten interaktif yang mampu menjangkau audiens lebih luas.
Pjs Manager Corporate Communication PHR, Yulia Rintawati, menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam mendukung edukasi publik mengenai industri hulu migas dan ketahanan energi nasional.
"Rekan-rekan media adalah garda terdepan sekaligus mitra strategis PHR dalam menyebarkan edukasi mengenai perjuangan ketahanan energi nasional. Namun, kami juga memahami bahwa tantangan jurnalisme hari ini semakin berat dengan adanya kecerdasan buatan, media sosial, dan dinamika hukum. Oleh karena itu, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian PHR untuk tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga ikut berkontribusi meningkatkan kompetensi," ujar Yulia.
Menurutnya, kemitraan yang kuat antara industri migas dan media menjadi salah satu faktor penting dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, PHR berharap insan pers dapat terus menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus edukasi publik secara profesional di tengah derasnya arus informasi digital.
Sinergi yang terus diperkuat tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya ketahanan energi nasional yang berkelanjutan serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap peran strategis industri hulu migas di Indonesia.
Editor :Tim Sigapnews
Source : PHR