Pertamina Siapkan 80 Ribu KL Avtur untuk Kelancaran Haji 2026
PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan lebih dari 80 ribu kilo liter (KL) avtur untuk mendukung kelancaran penerbangan haji 2026 di seluruh Indonesia.
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan lebih dari 80 ribu kilo liter (KL) avtur untuk mendukung kelancaran penerbangan haji 2026 di seluruh Indonesia, dengan operasional dimulai sejak fase pertama pada 22 April 2026.
Aktivitas di sejumlah bandara embarkasi haji mulai menunjukkan peningkatan sejak awal fase keberangkatan. PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat memastikan suplai avtur tetap stabil dan aman di 14 titik embarkasi utama yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah ini dilakukan untuk menjawab lonjakan kebutuhan bahan bakar pesawat selama musim haji yang berlangsung dalam dua fase, yakni 22 April–21 Mei 2026 untuk fase pertama, dan 1–30 Juni 2026 untuk fase kedua.
Di lapangan, kesiapan itu terlihat dari penguatan sistem distribusi energi yang menghubungkan kilang, terminal bahan bakar, hingga layanan pengisian langsung ke pesawat (into-plane). Skema ini memungkinkan suplai avtur tetap terkendali meski intensitas penerbangan meningkat signifikan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa seluruh rantai pasok telah disiapkan secara matang.
“Pertamina Patra Niaga memastikan keandalan suplai avtur di seluruh titik layanan penerbangan haji melalui sistem rantai pasok yang terintegrasi, mulai dari Kilang, Fuel Terminal, Aviation Fuel Terminal hingga layanan into-plane,” ujarnya.
Menurutnya, langkah ini menjadi kunci agar operasional penerbangan berjalan aman dan tepat waktu, terutama di tengah peningkatan trafik penerbangan haji tahun ini.
Data internal menunjukkan kebutuhan avtur pada musim haji 2026 mencapai lebih dari 80.000 KL, meningkat sekitar 1,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, bahkan 5,6 persen lebih tinggi dari rata-rata konsumsi harian normal. Angka ini mencerminkan tren kenaikan mobilitas jamaah serta peningkatan frekuensi penerbangan.
Selain memastikan pasokan, Pertamina juga mengandalkan sistem Digital Ground Operation (DGO) untuk memantau distribusi secara real-time. Teknologi ini memungkinkan proses pengisian bahan bakar hingga validasi transaksi dilakukan secara transparan dan akurat.
Roberth menambahkan, digitalisasi menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi dan akuntabilitas layanan.
“Hal ini kami lakukan untuk menjamin kelancaran operasional penerbangan haji secara aman, tepat waktu, dan sesuai standar layanan,” katanya.
Tak hanya itu, kerja sama dengan maskapai seperti Garuda Indonesia dan Saudia juga diperkuat guna memastikan setiap penerbangan mendapatkan dukungan energi yang optimal.
Dengan kesiapan logistik, peningkatan kapasitas distribusi, serta dukungan teknologi digital, Pertamina Patra Niaga menegaskan perannya sebagai tulang punggung energi sektor aviasi nasional. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen negara dalam memastikan ibadah haji masyarakat Indonesia berjalan lancar tanpa hambatan teknis di sektor energi.
Editor :Tim Sigapnews