KAI Sumbar Tekan BBM 225 Ribu Liter, Layani 512 Ribu Penumpang
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumbar mencatat penggunaan 225.480 liter BBM subsidi untuk melayani 512.741 penumpang sepanjang Januari–Maret 2026.
SUMBAR - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat penggunaan 225.480 liter BBM subsidi untuk melayani 512.741 penumpang sepanjang Januari–Maret 2026 di wilayah Sumatera Barat.
Di tengah tekanan efisiensi energi nasional, KAI Divre II Sumbar justru menunjukkan performa solid. Dalam tiga bulan pertama 2026, perusahaan mampu mengoptimalkan konsumsi BBM subsidi secara terukur untuk mendukung operasional kereta api yang melayani ratusan ribu pelanggan.
Data operasional mencatat, sebanyak 225.480 liter BBM subsidi digunakan untuk menggerakkan layanan kereta, mulai dari rute Padang–Naras hingga KA Lembah Anai relasi Padang–Kayutanam. Dari angka tersebut, total 512.741 pelanggan berhasil dilayani.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan efisiensi energi menjadi kunci utama menjaga keterjangkauan tarif.
“Efisiensi energi yang kami lakukan berimplikasi pada biaya operasional yang lebih terkendali, sehingga tarif yang dikenakan kepada pelanggan tetap terjangkau,” ujar Reza.
Ia menyebut, penggunaan BBM tidak hanya untuk lokomotif, tetapi juga menopang berbagai fasilitas di dalam kereta, seperti penerangan, pendingin udara, hingga pengisian daya bagi penumpang.
Selain itu, KAI Divre II Sumbar kini mengandalkan Biosolar B40, yakni campuran 60 persen solar dan 40 persen biodiesel. Langkah ini dinilai strategis karena tidak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga mengurangi emisi karbon.
“Penggunaan Biosolar B40 mendukung efisiensi sekaligus berkontribusi pada target Net Zero Emission 2060,” jelasnya.
Di sisi lain, perusahaan juga mencatat penggunaan 65.900 liter BBM nonsubsidi untuk kegiatan perawatan sarana dan prasarana. Anggaran ini difokuskan pada pemeliharaan jalur rel dan peralatan kerja guna memastikan keselamatan perjalanan tetap terjaga.
Efisiensi yang dilakukan KAI tidak lepas dari dukungan pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO). Subsidi ini memungkinkan tarif kereta tetap ramah di kantong masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan layanan transportasi publik.
“Kami pastikan setiap penggunaan BBM subsidi tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegas Reza.
Dengan tata kelola berbasis prinsip Good Corporate Governance (GCG), setiap liter BBM yang digunakan diklaim dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.
Langkah efisiensi ini mempertegas posisi KAI Divre II Sumbar sebagai tulang punggung transportasi publik di daerah. Tidak hanya mengangkut ratusan ribu penumpang, tetapi juga menjaga keseimbangan antara biaya, pelayanan, dan komitmen terhadap lingkungan.
Editor :Tim Sigapnews