Tragis kali, Remaja 17 Tahun Di Temukan Tengelam Di Waduk
Foto penemuan mayat laki-laki tenggelam di waduk/Sigapnews.co.id
Pasirpangaraian (Sigapnews.co.id) – Malang kali nasib DN (17), remaja laki laki warga Afdeling H kebun PT. EDI Kelutahan Kotalama Kecamatan Kunto Darussalam itu ditemukan tewas tenggelam di waduk galian belakang rumahnya, Selasa (20/2/2018) sekitar Pukul 09.30 Wib.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban telah dilaporkan hilang oleh ibunya Rosmian Nasita Saragih, dan korban pertama kali ditemukan oleh warga disana bernama Jumahat Saragih (38) dalam kondisi telungkup di dasar waduk.
Kronologi kejadian Pada hari Senin tanggal 19 Februari 2018 sekira pukul 16.00 wib saksi 1 didatangi oleh ROSMIAN NASITA SARAGIH dan mengatakan bahwa ia kehilangan anaknya (korban) yg memiliki keterbelakangan mental.
Dan setelah dicari ia hanya menemukan sepasang sandal dalam waduk yang berada di belakang rumah korban, kemudian saksi 1 langsung menuju waduk yang dimaksud dan setelah sampai saksi 1 menemukan sepasang sandal merk swalow warna hijau dalam waduk yang berjarak lebih kurang 1 M dari pinggir kolam.
setelah itu saksi 1 masuk kedalam kolam dan kemudian menyisir waduk dengan cara menyelam hingga kemudian ia berhasil menemukan korban di dasar waduk dalam keadaan telungkup,
setelah itu saksi 1 muncul ke permukaan untuk meminta bantuan hingga kemudian datanglah saksi 2 bersama warga lainnya. dan setelah itu saksi 2 masuk ke waduk untuk mengangkat jasad korban.
setelah korban diangkat kemudian dibawa ke rumah korban untuk diperiksa oleh team kesehatan poliklinik kebun PT.EDI untuk memastikan keadaan korban.
Dari hasil pemeriksaan ternyata korban telah meninggal dunia dan kemudian disemayamkan di rumah duka untuk kemudian dimakamkan pada hari Selasa tanggal 20 Februari 2018.
Setrlah menerima laporan dr masyarakt Kapolsek Kunto darussalam Akp Sihol Sitinjak beserta anggota polsek lsg mendatangi tkp untk mengumplkan keterangan saksi2.
Selanjutnya kapolsek mendatangi rumah korban dan berkoordinasi untk pelkasanaan otopsi namun keluarga menolak dengan membuat surat pernyataan penolakan dilkauknanya otopsi.***(N²g)
Editor :Tim Sigapnews

