Ratusan Juta Terbuang, Gedung Serbaguna Kubu Babussalam Rohil Terlantar
Photo istimewa : Gedung serbaguna Kecamatan Kubu Babussalam di kelilingi semak belukar
ROKAN HILIR — Sebuah gedung serbaguna bernilai ratusan juta rupiah milik Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir di Kecamatan Kubu Babussalam kini terbengkalai dan dikelilingi semak belukar.
Kondisi memprihatinkan itu terpantau pada Senin (6/4/2026) di samping Kantor Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri.
Pantauan di lapangan menunjukkan bangunan permanen yang sebelumnya aktif digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat kini nyaris tak terurus.
Rumput liar tumbuh tinggi hingga menutup sebagian akses, sementara tanaman merambat mulai menjalar ke dinding bahkan mendekati atap gedung.
Warga setempat menyebut, perubahan kondisi gedung terjadi dalam beberapa waktu terakhir tanpa kejelasan pengelolaan. Padahal, fasilitas tersebut sebelumnya dimanfaatkan untuk rapat, pertemuan warga hingga kegiatan seni dan sosial.
“Lihat sendiri Pak, kiri kanan sudah tinggi rumputnya, tumbuhan menjalar ke dinding. Tak lama lagi sampai ke atap, jadi seram bangunan itu,” ujar Anis, warga sekitar, Senin (6/4/2026).
Menurut warga, tidak ada aktivitas lagi di gedung tersebut dan tidak diketahui pasti penyebabnya. Mereka mempertanyakan pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan fasilitas umum itu.
“Tak tahu juga mengapa gedung tersebut tidak dimanfaatkan lagi seperti dulu, padahal sering dipakai untuk pertemuan dan kegiatan lainnya,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, gedung serbaguna tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir yang berada di bawah pengelolaan Kecamatan Kubu Babussalam. Hal ini dibenarkan oleh Penghulu Rantau Panjang Kiri, Jefrianto.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga. Selain merusak estetika lingkungan, bangunan yang dibiarkan tanpa perawatan dikhawatirkan menjadi sarang hewan berbisa seperti ular.
Terlebih, lokasi gedung yang berada di jalur aktivitas warga membuat rasa aman menjadi terganggu, terutama saat malam hari.
“Sebenarnya kalau mau mudah saja, ajak masyarakat gotong royong membersihkannya. Berikan lagi untuk dikelola seperti fungsi awal saat dibangun,” kata seorang warga lainnya.
Warga berharap pemerintah kecamatan segera mengambil langkah konkret untuk membersihkan area sekitar gedung, merawat fasilitas, dan mengaktifkannya kembali sebagai pusat kegiatan masyarakat.
Jika dibiarkan berlarut, bangunan yang dibangun dengan anggaran besar itu dikhawatirkan akan mengalami kerusakan lebih parah dan kehilangan nilai manfaatnya sebagai aset publik.
Editor :Tim Sigapnews