Sinopsis Buku Autobiografi: Brigjen TNI (Purn) H. Saleh Djasit, 'Jalan Hidup Anak Pujud'
Brigjend TNI (Purn) H. Saleh Djasit SH, memberikan buku Autobiografinya kepada Pimpinan umum media sigapnews.co.id, Senin (23/3) dikediaman komplek Perum Cemara Kipas, Pekanbaru.
Buku Autobiografi: "Jalan Hidup Anak Pujud" merupakan sebuah catatan reflektif dan jujur mengenai perjalanan panjang Brigjend TNI (Purn) H. Saleh Djasit SH, seorang putra daerah Riau yang meniti jalan dari desa terpencil di Pujud hingga mencapai puncak pengabdian sebagai Gubernur Riau (1998-2003).
Buku ini memotret transformasi seorang anak kampung yang merantau demi ilmu, melintasi Sumatera hingga Jawa, hingga akhirnya menapaki karier gemilang di dunia militer.
Pembaca diajak menelusuri jejak langkahnya saat bertugas di pengadilan militer, menjabat sebagai Bupati Kampar selama dua periode, hingga dipercaya menjadi wakil rakyat di DPR RI dengan torehan suara yang melampaui Bilangan Pembagi Pemilih (BPP).
Namun, narasi buku ini tidak hanya berisi tentang kesuksesan. Dengan kerendahan hati yang menjadi ciri khasnya, Saleh Djasit secara terbuka mengisahkan "badai" dalam hidupnya—termasuk dinamika politik tajam menjelang Pemilukada Riau 2008 yang membawanya berhadapan dengan hukum.
Bab-bab akhir buku ini menjadi bagian paling menyentuh, di mana beliau merenungi makna hakikat kehidupan, ujian kesabaran, dan keyakinan bahwa pengabdian tulus selama 42 tahun kepada negara adalah bekal spiritual yang tak ternilai.
Highlights Utama dalam Buku:
Akar Budaya: Masa kecil di desa terpencil dan nilai-nilai lokal Melayu yang membentuk karakter humble (rendah hati).
Karier Multidimensi: Transisi dari seorang prajurit TNI, birokrat ulung, hingga politisi nasional.
Keteguhan Hati: Bagaimana menghadapi pasang surut kehidupan dan fitnah politik dengan bersandar pada nilai-nilai agama (QS. Al-An’am: 32).
Visi untuk Riau: Cita-cita mewujudkan "Melayu yang gemilang dalam keagungan ajaran Islam" atau konsep Andalus di Andalas.
Buku ini bukan sekadar biografi tokoh besar, melainkan sebuah warisan pemikiran dan inspirasi bagi generasi muda bahwa keterbatasan lahiriah bukanlah penghalang untuk memberi kontribusi nyata bagi "Bumi Lancang Kuning".
Editor :Tim Sigapnews