Kodam XIX Kerahkan Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Inhil dan Inhu
Tim gabungan Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama TNI-Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga terus Karhutla.
PEKANBARU — Tim gabungan Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama TNI-Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga terus menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Indragiri Hulu (Inhu), Kamis (1/10/2026). Petugas melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk mencegah api kembali menyala dan meluas.
Di Kabupaten Inhil, personel Koramil 03/Tempuling, Kodim 0314/Inhil, bergerak ke Desa Karya Tunas Jaya, Kecamatan Tempuling. Tim menyasar kawasan bekas terbakar yang masih mengeluarkan asap, terutama pada lahan gambut yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Petugas menggunakan mesin pompa dan selang untuk menyiram bagian lahan yang masih panas. Tim juga melakukan penyekatan serta menyiapkan embung guna memperkuat pengendalian api sekaligus mempermudah pemenuhan kebutuhan air di lokasi.
Penanganan serupa berlangsung di Kabupaten Inhu. Personel Koramil 03/Seberida, Kodim 0302/Inhu, bersama unsur terkait masih memadamkan kebakaran di lahan masyarakat Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal.
Petugas menyemprot titik-titik api yang masih aktif untuk mencegah kobaran menjalar ke kawasan lain. Kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri karena sebagian area berupa lahan gambut dengan akses terbatas, jalan setapak, serta sumber air yang tidak mudah dijangkau.
Meski menghadapi kendala medan, personel gabungan tetap melakukan penanganan secara terpadu. Pemadaman dilakukan pada titik api, sementara pendinginan diarahkan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara dari kawasan yang telah terbakar.
Hingga penanganan berlangsung, penyebab kebakaran di kedua lokasi masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus mengintensifkan pengendalian Karhutla untuk mencegah perluasan dampak kebakaran.
Upaya tersebut tidak hanya diarahkan untuk memadamkan api, tetapi juga memastikan kawasan yang telah terbakar benar-benar aman dari potensi bara tersisa. Penanganan cepat menjadi penting mengingat karakter lahan gambut dapat menyimpan panas di bawah permukaan dan memicu munculnya kembali asap maupun api.
Editor :Tim Sigapnews