Gapura Bambu “Rancage” Warnai HUT ke-80 RI di Parakan Garokgek

Gapura bambu kreatif bernama Gapura Rancage untuk memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.
Purwakarta – Semangat kemerdekaan tampak menyala di Desa Parakan Garokgek, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Selasa (26/8/2025).
Warga bersama Pemerintah Desa kompak membangun gapura bambu kreatif bernama Gapura Rancage untuk memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.
Gapura sederhana yang berdiri kokoh di pintu masuk desa itu menjadi pusat perhatian. Dibuat dari bambu hasil kebun warga, dihiasi ornamen bernuansa merah putih, hingga memanfaatkan barang-barang daur ulang, gapura ini seakan menjadi simbol kebersamaan.
Kepala Desa Parakan Garokgek, Mulyana, menyebut pembangunan gapura ini bukan sekadar hiasan, tetapi wujud nyata persatuan warga.
“Kami ingin gapura ini tidak hanya indah, tapi juga bisa bercerita. Tema ‘Gapura Rancage’ menggambarkan semangat nasionalisme dan patriotisme perjuangan pahlawan kita dalam membela tanah air,” ujarnya.
Menurut Mulyana, seluruh warga terlibat aktif dalam pengerjaan, mulai dari pemuda hingga orang tua. Bahkan, bapak-bapak yang biasanya sibuk di siang hari rela begadang untuk menuntaskan pekerjaan.
“Semangat warga luar biasa. Dari bahan bambu, barang bekas, hingga kreativitas yang sederhana, semua diubah menjadi karya luar biasa. Itu menunjukkan kepedulian sekaligus kecintaan warga pada lingkungannya,” tegasnya.
Gapura Rancage sendiri mengandung makna mendalam. Kata “gapura” melambangkan pintu masuk dan identitas desa, sementara “rancage” dalam bahasa Sunda berarti rapi, teratur, indah, sekaligus karya yang dibuat dengan baik. Keseluruhan makna ini mencerminkan karakter Desa Parakan Garokgek yang kompak, maju, dan memiliki jati diri kuat.
Antusiasme warga semakin terasa saat gapura mulai berdiri. Anak-anak dengan riang mengecat ornamen merah putih, sementara para ibu menyiapkan konsumsi bagi pekerja. Suasana gotong royong tersebut menambah semarak persiapan HUT Kemerdekaan.
“Gapura ini bukan hanya gerbang desa, tapi simbol kebersamaan. Kami ingin pengunjung yang datang langsung merasakan keramahan dan semangat masyarakat kami,” tambah Mulyana.
Kini, Gapura Rancage tidak hanya menjadi tanda masuk desa, tetapi juga monumen kebersamaan warga. Kehadirannya mengingatkan bahwa semangat gotong royong yang diwariskan para pejuang tetap hidup, bahkan di tengah desa kecil di lereng Kiarapedes.
Editor :Tim Sigapnews