Kemarau Panjang, Ratusan Santri Asy-Syifa Gelar Shalat Istisqa
Ratusan santri, pengajar, dan warga menggelar shalat Istisqa di halaman Pondok Pesantren Asy-Syifa, Desa Gentan, Kecamatan Baki, Sabtu (12/9/2026) pagi.
SUKOHARJO – Kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Sukoharjo. Kondisi itu mendorong ratusan santri, pengajar, dan warga menggelar shalat Istisqa di halaman Pondok Pesantren Asy-Syifa, Desa Gentan, Kecamatan Baki, Sabtu (12/9/2026) pagi.
Shalat untuk memohon hujan tersebut dipimpin KH Abu Bakar Asyidiqi selaku imam sekaligus khatib. Para peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk, berharap hujan segera turun dan kebutuhan air kembali tercukupi.
Ketua PC LDII Baki, Marso, mengatakan kemarau yang berlangsung cukup panjang menjadi alasan utama pelaksanaan shalat Istisqa. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan ikhtiar umat Islam mengikuti tuntunan Nabi Muhammad SAW ketika menghadapi kekeringan.
“Dalam rangka memohon kepada Allah dengan iklim yang saat ini kemarau panjang, yang mungkin dirasa oleh masyarakat sekitar. Maka kami mohon kepada Allah dengan praktik yang memang disunahkan oleh Nabi, yaitu shalat Istisqa,” kata Marso.
KH Abu Bakar Asyidiqi mengatakan shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual yang dicontohkan Nabi dan para sahabat ketika menghadapi kekeringan.
“Kita menjalankan apa yang dipraktikkan oleh Nabi dan juga para sahabat-sahabat,” ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap bersabar setelah berikhtiar dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
“Yang jelas harapan kita semoga Allah mengabulkan doa kita dengan menurunkan hujan yang tidak menjadikan bencana, tetapi hujan yang barakah,” harap KH Abu Bakar.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pembelajaran bagi santri SMP Asy-Syifa Boarding School. Mereka tidak hanya mempelajari fenomena kekeringan dari sisi lingkungan, tetapi juga memahami tuntunan agama ketika menghadapi kondisi tersebut.
Kepala SMP Asy-Syifa, Hj. Ida Yunie Astuti, SE, mengatakan kekurangan air turut dirasakan para siswa dan santri.
“Harapannya dengan adanya hujan nanti anak-anak bisa nyaman dengan tidak kekurangan air. Semoga dengan shalat Istisqa ini hujan segera turun,” ujarnya.
Shalat Istisqa menjadi salah satu ikhtiar menghadapi kemarau. Di sisi lain, masyarakat tetap dituntut menghemat air, menjaga lingkungan, dan mengantisipasi dampak kekeringan.
Bagi warga pesantren, hujan yang diharapkan bukan sekadar turun, tetapi membawa manfaat tanpa berubah menjadi bencana.
Editor :Tim Sigapnews