Empat Nama, Satu Bendera: Perjalanan Siswa SMA Yasporbi Harumkan Indonesia di Rusia
Siswa SMA Yasporbi Harumkan Indonesia di Rusia
SIGAPNEWS.CO.ID | Jakarta - Di ribuan kilometer dari rumah, di sebuah ruang kompetisi di Kazan, Rusia, empat siswa SMA Yasporbi Pancoran duduk dalam diam. Waktu terasa berjalan lambat saat panitia BRICS+Youth Festival membacakan hasil Olimpiade Matematika. Di benak mereka, terlintas jam-jam belajar panjang, latihan soal tanpa henti, serta doa orang tua yang mengiringi keberangkatan mereka dari Indonesia.
Ketika nama Indonesia akhirnya disebut sebagai peraih medali perunggu, kelelahan berubah menjadi haru. Empat siswa itu saling menatap, tersenyum, dan menyadari satu hal: perjuangan mereka tidak sia-sia. Mereka berhasil mengalahkan peserta dari sejumlah negara anggota dan mitra BRICS+, membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi sekolah dan bangsa.

Kompetisi ini menuntut lebih dari sekadar kemampuan berhitung. Tekanan, perbedaan bahasa dan suasana internasional menjadi tantangan tersendiri. Namun justru di situlah mereka belajar tentang ketangguhan, kepercayaan diri dan arti membawa nama Indonesia di dada.

Kepala SMA Yasporbi Pancoran, Muhammad Ilham Tachril, tak mampu menyembunyikan rasa bangga dan harunya.
“Ini bukan hanya tentang medali perunggu. Ini tentang keberanian anak-anak kami melangkah ke dunia dan membuktikan bahwa pelajar Indonesia mampu bersaing secara global,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam BRICS+ Youth Festival memberikan pengalaman yang tak ternilai. Selain berkompetisi, para siswa membangun persahabatan dengan generasi muda dari berbagai negara, saling bertukar cerita, budaya, dan mimpi tentang masa depan.
Menurut Muhammad Ilham Tachril, festival ini menjadi jembatan penting untuk menanamkan nilai persahabatan antarbangsa dan membuka peluang kerja sama internasional di masa depan, sejalan dengan semangat BRICS+ yang menempatkan generasi muda sebagai penggerak kolaborasi global.

Dari ruang kelas di Pancoran hingga panggung dunia di Kazan, empat siswa SMA Yasporbi telah menuliskan kisah tentang mimpi, doa dan tekad. Sebuah kisah kecil yang memberi pesan besar: anak-anak Indonesia siap berdiri, bersaing, dan bersinar di dunia. **
Editor :Tim Sigapnews
Source : Admin Medsos SMA Yasporbi