Laksanakan Edaran Wako, Ayah Padati SD Negeri 70 Pekanbaru Ambil Rapor Anak
Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah berlangsung nyata di SD Negeri 70 Pekanbaru
PEKANBARU — Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah berlangsung nyata di SD Negeri 70 Pekanbaru, Jalan Jenderal, Sabtu (20/12/2025).
Sejak pagi, puluhan ayah tampak antre di ruang kelas, mengambil rapor sekaligus berdialog langsung dengan guru.
Program yang digagas Pemerintah Kota Pekanbaru ini mencatat kehadiran ayah hampir 80 persen, sebuah angka yang jarang terjadi pada momen pembagian rapor.
Kegiatan tersebut menindaklanjuti edaran Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho tentang penguatan peran ayah dalam pendidikan anak.
Sekolah menyambutnya dengan pengaturan jadwal khusus agar ayah bisa hadir meski bertepatan dengan hari kerja.
Yefrizal, ayah dari siswa kelas V C, Muhammad Faqih dan Muhammad Faiq kelas 1, mengaku terkesan.
Wartawan UTAMA ini menyebut kehadiran ayah bukan sekadar formalitas, melainkan momen penting untuk memahami perkembangan akademik dan karakter anak.
“Alhamdulillah, Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah di SDN 70 dihadiri ayah wali murid hampir 80 persen dan semuanya bahagia. Alhamdulillah, Muhammad Faqih meraih juara 2 di kelas 5 C,” ujar Yefrizal usai menerima rapor.
Menurutnya, selama ini komunikasi sekolah lebih sering dilakukan oleh ibu karena kesibukan ayah bekerja. Program ini, kata dia, “memaksa” ayah hadir dan mendengar langsung penjelasan guru tentang disiplin, prestasi, hingga sikap anak di kelas.
Hal senada disampaikan wali kelas I, Era. Ia menilai kehadiran ayah memberi dampak psikologis positif bagi siswa.
“Kami senang edaran wali kota bisa terlaksana di SDN 70. Kehadiran ayah lebih dari 80 persen, ini luar biasa dan anak-anak terlihat bangga,” katanya.
Secara kebijakan, gerakan ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 serta dukungan terhadap Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gerakan Ayah Teladan Indonesia).
Edaran tersebut ditujukan kepada seluruh unsur Forkopimda, Kementerian Agama, OPD, camat, lurah, hingga kepala sekolah PAUD/TK/RA, SD/MI, dan SMP/MTs negeri maupun swasta se-Kota Pekanbaru.
Di SDN 70, implementasinya terasa konkret: ayah menerima rapor, mendengar evaluasi guru, dan menyepakati langkah pendampingan di rumah. Sekolah menilai, bila konsisten, keterlibatan ayah akan memperkuat karakter, disiplin, dan prestasi siswa.
Dengan capaian kehadiran ayah yang tinggi, SDN 70 Pekanbaru menjadi contoh bahwa kebijakan tidak berhenti di atas kertas ia hidup di ruang kelas dan berdampak langsung pada anak.
Editor :Tim Sigapnews