8,7 Juta Siswa SD-SMP Ikuti TKA, Matematika Jadi Sorotan
JAKARTA – Sebanyak 8.708.891 siswa SD/MI dan SMP/MTs di Indonesia mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 pada jadwal utama. Hasil nasional yang diumumkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan kemampuan Bahasa Indonesia berada di atas Matematika pada kedua jenjang pendidikan.
Data Kemendikdasmen mencatat 8.875.362 siswa terdaftar mengikuti TKA pada jadwal utama, dengan tingkat partisipasi mencapai 98,12 persen. Sementara pada jadwal susulan, sebanyak 463.533 siswa mengikuti asesmen dari 490.551 peserta yang terdaftar.
Hasilnya menunjukkan rata-rata nilai Bahasa Indonesia siswa SD/MI mencapai 60,14, sedangkan Matematika berada di angka 43,41. Pada jenjang SMP/MTs, rata-rata Bahasa Indonesia mencapai 60,83, sementara Matematika tercatat 40,34.
Perbedaan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi pendidikan nasional. Kemendikdasmen menilai hasil TKA memberikan sinyal bahwa kemampuan penalaran matematika, berpikir logis, dan pemecahan masalah masih perlu diperkuat dalam pembelajaran sehari-hari.
“Ini menjadi perhatian bersama bahwa kemampuan berpikir logis, penalaran matematika, dan problem solving perlu terus diperkuat dalam proses pembelajaran sehari-hari,” kata Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin.
Namun, pemerintah menegaskan TKA tidak dirancang untuk memberi label terhadap sekolah, daerah, maupun siswa. Asesmen tersebut digunakan untuk menghasilkan gambaran kemampuan akademik sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi guru, orang tua, dan pembuat kebijakan.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Rahmawati mengatakan hasil TKA tidak berhenti pada angka. Siswa juga memperoleh kategori capaian dan deskripsi kemampuan sehingga guru dan orang tua dapat melihat kompetensi yang sudah dikuasai serta bagian yang masih membutuhkan penguatan.
TKA 2026 menggunakan skala penilaian 0–100. Sebelum hasil dirilis, paket dan butir soal melalui proses verifikasi serta validasi statistik untuk memastikan hasil asesmen dapat digunakan secara adil.
Data TKA juga akan terintegrasi dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui jalur prestasi. Hasil asesmen dapat menjadi salah satu komponen bersama nilai rapor dan prestasi lainnya.
Dengan jutaan siswa mengikuti asesmen secara nasional, TKA 2026 memberikan gambaran besar mengenai kemampuan akademik pelajar Indonesia. Angka Matematika yang lebih rendah dibandingkan Bahasa Indonesia sekaligus menjadi sinyal bagi sekolah untuk memperkuat kemampuan bernalar sejak jenjang pendidikan dasar.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Men