Kombes Pol Dr. Dewa Wijaya: Ketulusan Fondasi Kepercayaan dan Harmoni Sosial
NTB — Di tengah dinamika kehidupan modern yang penuh kepentingan dan kompleksitas hubungan sosial, ketulusan hati menjadi nilai fundamental yang semakin penting untuk dijaga.
Sikap tulus dinilai mampu menciptakan hubungan yang sehat, harmonis, dan penuh makna di tengah masyarakat.
Ketulusan mencerminkan kemurnian hati seseorang dalam bertindak tanpa pamrih. Seseorang yang tulus tidak berorientasi pada pujian maupun pengakuan, melainkan menempatkan niat baik dan keikhlasan sebagai dasar utama dalam setiap perbuatan.
Pada dasarnya, setiap manusia memiliki potensi untuk berbuat baik. Namun, tidak semua orang mampu menghadirkan ketulusan dalam tindakan sehari-hari. Ketulusan menuntut adanya kejujuran, tanggung jawab, serta konsistensi antara niat dan perilaku nyata.
Dalam kehidupan sosial, nilai ketulusan memiliki dampak besar karena mampu menumbuhkan rasa aman, kenyamanan, dan kepercayaan antarsesama.
Bahkan tindakan sederhana seperti senyum, sapaan, bantuan, hingga pengorbanan akan memiliki makna yang jauh lebih dalam apabila dilakukan dengan hati yang ikhlas.
Selain itu, ketulusan juga menjadi indikator penting dalam membangun karakter manusia yang berintegritas. Pribadi yang tulus cenderung jujur, tidak manipulatif, serta mampu menjaga amanah dan kepercayaan yang diberikan orang lain.
Kombes Pol Dr. Dewa Wijaya, M.H. menegaskan bahwa ketulusan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas diri sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Ketulusan bukan sekadar sikap baik di permukaan, tetapi merupakan cerminan integritas hati yang sesungguhnya. Dari ketulusan lahir kepercayaan, dan dari kepercayaan tumbuh hubungan yang kuat serta berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah kehidupan yang semakin pragmatis, ketulusan justru menjadi nilai yang semakin langka namun sangat dibutuhkan.
“Ketika seseorang mampu bertindak dengan tulus, tanpa pamrih dan tanpa kepentingan tersembunyi, di situlah nilai kemanusiaan mencapai bentuk terbaiknya,” tambahnya.
Ia berharap masyarakat terus menanamkan nilai ketulusan dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun interaksi sosial yang lebih luas.
“Ketulusan adalah dasar utama untuk menjadi manusia yang baik, sekaligus kunci membangun hubungan yang penuh makna dan keberkahan,” pungkasnya
Editor :Tim Sigapnews