Ambisi Besar Suhardiman, Kuansing Disiapkan Jadi Episentrum Pendidikan di Riau
Halal Bihalal bersama Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Pekanbaru di Ballroom Hotel Premiere, Minggu malam (12/4/2026).
PEKANBARU – Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, kembali menegaskan arah pembangunan daerahnya dengan nada yang tegas dan visioner: pendidikan adalah kunci masa depan Kuansing.
Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri audiensi dan Halal Bihalal bersama Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Pekanbaru di Ballroom Hotel Premiere, Minggu malam (12/4/2026). Di tengah suasana penuh keakraban, Suhardiman justru menggelorakan semangat perubahan besar.

Ia menyebut, Kuansing tidak boleh hanya menjadi penonton dalam persaingan daerah. Dengan strategi yang tepat, daerah ini diyakini mampu menjelma sebagai pusat pendidikan baru di Provinsi Riau.
“Kita ingin Kuansing punya identitas kuat di bidang pendidikan. Target kita jelas, menjadi rujukan Jogjanya Riau,” ucapnya mantap.
Untuk mewujudkan itu, pemerintah daerah tengah menggenjot sejumlah program prioritas. Pembangunan Sekolah Rakyat diposisikan sebagai langkah awal membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat. Di saat yang sama, konsep sekolah unggulan juga mulai disiapkan guna mencetak generasi berdaya saing tinggi.
Namun, Suhardiman mengingatkan bahwa pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan semua pihak. Ia secara khusus mengajak masyarakat Kuansing di perantauan untuk ikut ambil bagian.
“Perantau punya peran strategis. Dukungan ide, jaringan, bahkan motivasi sangat dibutuhkan untuk mempercepat kemajuan daerah,” katanya.
Ketua IKKS Pekanbaru, Raja Rusdianto, menilai kegiatan Halal Bihalal ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga ruang konsolidasi kekuatan sosial masyarakat Kuansing di Pekanbaru.
“Ini momentum menjaga rasa memiliki terhadap kampung halaman. Dari sini lahir semangat untuk terus berkontribusi,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Suhardiman juga menekankan pentingnya persatuan sebagai fondasi utama pembangunan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menanggalkan ego sektoral dan memperkuat kebersamaan.
“Tidak ada kemajuan tanpa persatuan. Kita harus menyatu, saling menguatkan, dan bergerak dalam satu tujuan,” tegasnya.
Selain pendidikan, isu infrastruktur turut menjadi perhatian. Suhardiman berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau untuk peningkatan akses jalan menuju Kuansing, terutama menjelang pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Riau 2026 yang akan digelar dalam waktu dekat.
Dengan semangat kolaborasi yang terus dibangun, Kuansing kini tengah menapaki jalur transformasi. Dari daerah biasa, menuju pusat pendidikan yang diperhitungkan—sebuah langkah berani yang mulai dirancang dengan serius dan penuh keyakinan.
Editor :Tim Sigapnews