Konflik Lahan PT Wanasari–CRS Kuansing Memanas, Alat Berat Tetap Beroperasi
Sengketa lahan antara PT Wanasari dan PT Citra Riau Sarana (CRS) memanas di Kabupaten Kuansing.
KUANTAN SINGINGI – Sengketa lahan antara PT Wanasari dan PT Citra Riau Sarana (CRS) memanas di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, Sabtu (4/4/2026).
Di tengah status lahan yang masih diperselisihkan, aktivitas alat berat tetap berjalan di lokasi yang diklaim milik CRS, memicu ketegangan baru di lapangan.
Sejak pagi, sejumlah alat berat terlihat terus menggali parit dan membuka lahan tanpa jeda. Aktivitas ini berlangsung meski mendapat penolakan langsung dari pihak CRS. Situasi semakin kompleks dengan kehadiran ratusan aparat TNI dan Polri di sekitar lokasi.
Manajer PT CRS, Afli Hendri, yang ditemui di lokasi, menilai kondisi ini bukan sekadar konflik biasa. Ia menyebut ada tekanan terbuka yang dirasakan pihaknya.
“Kami melihat ini bukan sengketa biasa. Ada kesan pemaksaan kehendak. Aktivitas tetap berjalan meski kami sudah menyatakan keberatan, bahkan tanaman kami ikut dirusak,” ujar Afli dengan nada tegas.
Menurutnya, tanaman produktif milik perusahaan yang telah lama ditanam ikut terdampak pengerjaan tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa upaya komunikasi yang dilakukan di lapangan tidak membuahkan hasil.
“Alat berat terus bekerja. Tidak ada jeda. Padahal kami sudah mencoba berkomunikasi, tapi tidak ada respons yang menyelesaikan masalah,” tambahnya.
Di sisi lain, kehadiran aparat dalam jumlah besar justru menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.
Sejumlah pihak menilai kondisi ini seakan memberi perlindungan terhadap aktivitas yang tengah dipersoalkan, bukan meredam konflik yang terjadi.
Konflik ini bukan kali pertama mencuat. Sebelumnya, pemerintah daerah Kuantan Singingi diketahui pernah merekomendasikan agar Hak Guna Usaha (HGU) PT Wanasari tidak diperpanjang. Rekomendasi tersebut menjadi indikasi adanya persoalan yang belum tuntas.
Kini, insiden terbaru ini mempertegas bahwa sengketa lahan tersebut belum menemukan titik terang. Publik mulai mempertanyakan kepastian hukum dalam penyelesaian konflik agraria yang melibatkan perusahaan besar.
PT CRS memastikan akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan ini. Mereka juga mendesak pemerintah serta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan menjaga netralitas.
“Kami akan membawa ini ke ranah hukum. Kami berharap ada keadilan dan proses yang transparan,” tegas Afli.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Wanasari maupun aparat terkait belum memberikan keterangan resmi terkait aktivitas di lokasi dan tudingan yang berkembang.
Editor :Tim Sigapnews