Kawah Meteor di AS Ternyata 100 Juta Tahun Lebih Muda
JAKARTA – Usia kawah meteor Ames di bawah kota Ames, Oklahoma, Amerika Serikat, ternyata hampir 100 juta tahun lebih muda dari perkiraan sebelumnya. Penelitian terbaru menunjukkan struktur tumbukan tersebut terbentuk sekitar 370 juta tahun lalu, bukan sekitar 467 juta tahun seperti yang selama ini diyakini.
Temuan tersebut berasal dari penelitian University of Texas at Austin yang menggunakan penanggalan uranium-timbal (U-Pb) pada kristal zirkon dari batuan yang terdampak tumbukan. Hasilnya menunjukkan usia termuda kristal sekitar 369,7 juta tahun, dengan ketidakpastian sekitar 5,9 juta tahun.
Perubahan usia ini penting karena sebelumnya Kawah Ames dianggap sebagai bagian dari Ordovician Meteor Event, periode ketika sejumlah meteor diperkirakan menghantam Amerika Utara sekitar 467,5 juta tahun lalu.
Banyaknya struktur tumbukan dari periode tersebut bahkan pernah mendorong hipotesis bahwa Bumi mungkin sempat dikelilingi cincin puing asteroid seperti Saturnus.
Namun, hasil penanggalan baru menempatkan tumbukan Ames pada Periode Devon Akhir, sekitar 370 juta tahun lalu. Artinya, kawah tersebut tidak lagi cocok dimasukkan ke dalam kelompok tumbukan Ordovisium tersebut.
Mengapa perkiraan sebelumnya bisa meleset?
Para peneliti sebelumnya menggunakan fosil gigi conodont—organisme mirip belut purba—yang ditemukan dalam material pengisi kawah. Fosil tersebut memang berasal dari periode Ordovisium, tetapi para ilmuwan kini menduga fosil itu sudah berusia jutaan tahun sebelum meteor menghantam lokasi tersebut.
Tumbukan besar kemungkinan mencampurkan material batuan dan fosil yang lebih tua ke dalam kawah. Karena itu, fosil tidak secara langsung menunjukkan kapan meteor menghantam Bumi.
Sebaliknya, kristal zirkon dapat menjadi “jam geologi” yang membantu menentukan waktu terjadinya peristiwa. Tim peneliti juga bekerja sama dengan NASA untuk memeriksa struktur mikroskopis kristal menggunakan teknik pencitraan khusus guna memastikan adanya jejak tekanan ekstrem akibat tumbukan.
Yang membuat temuan ini semakin menarik, usia baru Kawah Ames berdekatan dengan peristiwa kepunahan massal Frasnian–Famennian, sekitar 372 juta tahun lalu, yang berdampak besar terhadap kehidupan laut.
Namun, peneliti belum menyimpulkan bahwa meteor tersebut menyebabkan kepunahan. Temuan ini baru menunjukkan adanya kedekatan waktu dan membuka pertanyaan baru mengenai hubungan antara tumbukan meteor, aktivitas vulkanik, perubahan lingkungan, dan kepunahan massal.
Dengan usia yang direvisi, Kawah Ames kini menjadi bagian penting dalam upaya ilmuwan menyusun kembali kronologi tumbukan meteor dan perubahan besar dalam sejarah Bumi.
Editor :Tim Sigapnews
Source : University of Texas at Austin, Jackson School of Geosciences, Meteoritics & Planetary Science, NASA.