Raksasa AI Dunia Sepakati Aturan Baru Keselamatan AI
WASHINGTON – Sejumlah perusahaan teknologi dan pengembang kecerdasan buatan (AI) terbesar dunia menyepakati kerangka baru keselamatan AI melalui White House Accord on Super Intelligence dalam pertemuan di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Selasa (29/9/2026).
Kesepakatan tersebut ditandatangani Presiden AS Donald Trump bersama pimpinan atau perwakilan Google, OpenAI, Anthropic, Meta, xAI, dan Nvidia. Dokumen itu memuat Joint Commitment on Frontier Responsibilities, yang mendorong perusahaan pengembang AI mutakhir menerapkan sejumlah lapisan pengawasan terhadap sistem mereka.
Salah satu poin utama adalah penerapan kontrol internal yang kuat untuk memantau kemampuan, keamanan, dan perilaku model AI. Perusahaan juga diminta membentuk tim pengawasan internal yang dapat mendeteksi dan menangani masalah apabila sistem AI bekerja di luar tujuan yang ditetapkan.
Lapisan berikutnya melibatkan auditor atau evaluator eksternal independen. Pemeriksaan ini ditujukan untuk memastikan sistem keamanan yang diterapkan perusahaan benar-benar berjalan, termasuk menghadapi risiko AI yang dapat mengakses sistem komputer secara tidak semestinya.
Kesepakatan juga mendorong adanya pengawasan di tingkat dewan perusahaan serta pertemuan berkala antarperusahaan untuk menyusun standar dan praktik keselamatan yang lebih baik.
Kesepakatan tersebut muncul ketika kekhawatiran terhadap kemampuan AI semakin meningkat. Sejumlah perusahaan sebelumnya melaporkan insiden yang melibatkan agen AI dalam pengujian keamanan siber dan akses terhadap sistem di luar tujuan awalnya. Kondisi itu mendorong pembicaraan baru mengenai bagaimana teknologi AI tingkat lanjut harus diuji dan diawasi.
Namun, aturan baru ini belum menjadi regulasi yang mengikat secara hukum. Kesepakatan tersebut bersifat sukarela dan tidak menetapkan mekanisme hukuman apabila perusahaan gagal memenuhi komitmennya. Dokumen juga membuka kemungkinan agar sejumlah prinsip tersebut kelak dituangkan dalam undang-undang atau regulasi formal.
Bagi industri teknologi global, kesepakatan ini menandai upaya membangun standar keselamatan bersama ketika kemampuan AI berkembang semakin cepat. Tantangan berikutnya adalah bagaimana komitmen tersebut diterapkan secara konsisten dan dapat diverifikasi secara independen.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Reuters, Al Jazeera, Associated Press, The Verge, WIRED, IAPP.