Isu Dugaan Korupsi Dana Desa Sei Tawar Mencuat, Aktivis Desak Aparat Bertindak
Kantor Desa Sungai Tawar. Dok foto (Red)
SIGAPNEWS.CO.ID | LABUHANBATU – Dugaan penyalahgunaan anggaran Dana Desa (DD) di Desa Sei Tawar, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, kembali mencuat dan memicu sorotan publik. Isu ini ramai dibicarakan sejak munculnya pemberitaan di sejumlah media yang menyoroti pengelolaan dana desa yang dinilai tidak transparan, Minggu (14/9/2025).
Hasil penelusuran awak media di lapangan memperlihatkan sejumlah kegiatan desa diduga tidak sesuai dengan nilai anggaran yang tertera. Beberapa item pekerjaan bahkan disebut bernilai fantastis, namun hasilnya tidak sepadan.
Koordinator Lapangan Forum Aksi Muda Sumatera Utara (FAM-SU), Mhd. Bahri Siregar, angkat bicara soal temuan tersebut. Ia menilai dugaan praktik korupsi ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan adanya indikasi sistemik yang merugikan negara.
“Kami dari FAM-SU mendesak aparat penegak hukum agar mengusut tuntas dugaan korupsi dan mark up anggaran ini secara serius dan transparan. Jangan sampai persoalan ini kabur karena intervensi politik atau kepentingan pihak tertentu,” tegas Bahri saat dikonfirmasi awak media, Rabu (12/9/2025).
Bahri juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan mahasiswa untuk mengawal kasus ini agar tidak berhenti di tengah jalan. Menurutnya, FAM-SU siap melengkapi data, mengajukan laporan resmi ke Kejati Sumut, serta menggelar aksi damai pada Kamis (18/9/2025).
“Jika memang terbukti, aparat harus segera menindak oknum yang terlibat. Jangan diam saja, tangkap bila terbukti,” ujarnya lantang.
Ia menegaskan, komitmen FAM-SU tidak hanya sebatas wacana. Mereka siap mengawal proses hukum hingga tuntas melalui kajian hukum, advokasi, dialog, aksi damai, maupun pemberitaan di media.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sei Tawar belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan penyalahgunaan dana desa tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan untuk memperoleh keterangan resmi.
Editor :Tim Sigapnews