Mediasi Gagal, Pria di Pekanbaru Dilaporkan ke Polisi Diduga Rusak Lahan
Pertemuan warga, RT,RW dan lurah simpang tiga
PEKANBARU - Seorang pria bernama Agus dilaporkan ke Polresta Pekanbaru oleh Dasril atas dugaan perusakan lahan di Jalan Kavlingan, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Senin (27/4/2026), setelah insiden yang terjadi pada 22 April 2026 menyebabkan kerugian hingga Rp150 juta.
Suasana di Jalan Kavlingan, Kelurahan Simpang Tiga, sempat memanas ketika sengketa lahan berujung dugaan aksi perusakan. Dasril, yang mengaku sebagai pihak dirugikan, resmi melaporkan Agus ke Polresta Pekanbaru setelah upaya damai tidak membuahkan hasil.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu pagi (22/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Menurut keterangan pelapor, Agus yang disebut sebagai anak dari pemilik Perumahan Griya Intan Permai, mengklaim lahan tersebut sebagai miliknya. Klaim itu kemudian memicu tindakan yang diduga merusak area lahan.
Upaya mediasi sebenarnya sudah dilakukan di lokasi kejadian. Pertemuan tersebut melibatkan perangkat lingkungan mulai dari RT, RW hingga pihak kelurahan. Namun, proses penyelesaian tidak berjalan maksimal karena Agus tidak hadir dalam forum tersebut.
“Sudah sempat dimediasi bersama RT, RW dan lurah, tapi yang bersangkutan tidak datang. Akhirnya kami tempuh jalur hukum,” ujar Dasril saat dikonfirmasi.
Akibat insiden tersebut, Dasril mengaku mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp150 juta. Kerusakan yang terjadi disebut berdampak pada nilai dan kondisi lahan yang sebelumnya telah dikelola.
Kasus ini kemudian dilaporkan secara resmi ke Polresta Pekanbaru pada 27 April 2026. Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta sebenarnya, termasuk status kepemilikan lahan yang menjadi pokok sengketa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor terkait tuduhan tersebut.
Kasus ini menambah daftar sengketa lahan di Pekanbaru yang berujung proses hukum. Aparat diharapkan dapat segera menuntaskan perkara guna mencegah konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.
Editor :Tim Sigapnews