DPK JTrust Bank Tembus Rp33,96 Triliun, BOPO Turun Signifikan
Jajaran Direksi J dan manajemen J Trust Bank, Publik Expose 2025
Jakarta — PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada paruh pertama 2025. Dana pihak ketiga (DPK) perseroan naik tipis 0,19% menjadi Rp33,96 triliun.
Kenaikan ini mendorong rasio pinjaman terhadap pendanaan (Loan to Funding Ratio/LFR) melonjak ke 84,82% dari posisi 78,25% pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur Keuangan dan Perencanaan JTrust Bank, Helman Hidayat, menyampaikan bahwa manajemen berhasil menekan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) secara signifikan.
“Perseroan mampu menurunkan BOPO dari 99,12% pada 2023 menjadi 97,26% di 2024, dan kembali turun ke level 93,33% pada semester pertama 2025,” ujar Helman dalam paparan publik di Jakarta.
Helman menekankan, penurunan BOPO ini menjadi bukti efektivitas strategi efisiensi yang dijalankan.
“Kami berencana memperkuat modal melalui penguatan pendapatan berbasis biaya, pinjaman sindikasi, digitalisasi layanan, serta pengembangan jaringan. Selain itu, produk berbasis rekening giro dan tabungan akan terus diperluas untuk memperoleh dana murah, sehingga dapat menekan biaya dana (cost of fund),” jelasnya.
Kinerja positif juga tercermin dari strategi penyaluran kredit yang lebih terarah. Dengan kombinasi pertumbuhan kredit dan peningkatan DPK, BCIC mampu menjaga keseimbangan pendanaan.
Lonjakan LFR hingga di atas 84% menandakan semakin tingginya penyaluran pembiayaan dibandingkan pendanaan yang berhasil dihimpun, yang sekaligus memperlihatkan optimisme bank dalam memperluas bisnis kreditnya.
Ke depan, JTrust Bank berkomitmen melanjutkan ekspansi pada segmen usaha komersial, korporasi, dan ritel. Helman menyebut langkah tersebut bertujuan menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat struktur permodalan.
“Ekspansi ini bukan hanya untuk meningkatkan kinerja jangka pendek, tetapi juga memastikan JTrust Bank tetap kompetitif menghadapi tantangan industri perbankan,” ungkapnya.
Hingga paruh pertama 2025, tren penurunan BOPO dan stabilnya pertumbuhan DPK menjadi sinyal positif bagi prospek keuangan JTrust Bank.
Analis menilai, jika strategi digitalisasi dan diversifikasi produk berjalan konsisten, perseroan berpeluang menekan biaya dana lebih rendah lagi sambil memperkuat basis nasabah.
Dengan strategi efisiensi, digitalisasi, dan perluasan segmen bisnis, JTrust Bank menegaskan langkahnya untuk memperkokoh posisi di tengah persaingan perbankan nasional yang semakin ketat.
Editor :Tim Sigapnews