UMKM Dumai Dibidik Tembus Ekspor, Kontainer Konsolidasi Disiapkan
KADIN Kota Dumai bersama Bea Cukai Dumai menyiapkan skema kontainer konsolidasi agar produk sejumlah UMKM dapat dikirim bersama melalui Pelabuhan Dumai.
DUMAI — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Dumai mendapat peluang baru untuk memperluas pasar ke luar negeri. KADIN Kota Dumai bersama Bea Cukai Dumai menyiapkan skema kontainer konsolidasi agar produk sejumlah UMKM dapat dikirim bersama melalui Pelabuhan Dumai.
Rencana tersebut mengemuka dalam pertemuan Ketua KADIN Kota Dumai Zulfan Ismaini bersama jajaran pengurus dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Dumai, Selasa (29/9/2026).
Skema konsolidasi memungkinkan produk dari beberapa pelaku usaha dihimpun dalam satu kontainer. Dengan pola tersebut, UMKM tidak perlu menunggu barang terkumpul hingga memenuhi kapasitas satu kontainer untuk memulai pengiriman ekspor.
“Kami sudah berdiskusi bersama Bea Cukai dalam rangka memperkuat dukungan terhadap kegiatan ekspor dari Pelabuhan Dumai. Bea Cukai Dumai sangat mendukung upaya tersebut,” ujar Zulfan.
Menurut Zulfan, pola tersebut akan dikembangkan melalui program **UMKM Go Export**. Produk UMKM Dumai dan daerah sekitarnya direncanakan dikonsolidasikan sebelum dikirim menuju pelabuhan hub atau pelabuhan pengumpul di Malaysia.
“Targetnya, pelaku UMKM bisa melakukan ekspor dengan memanfaatkan kontainer konsolidasi. Jadi, produk dari beberapa UMKM dapat dikirim bersama dalam satu kontainer,” katanya.
Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Dumai Ruru Firza Isnandar mengatakan Bea Cukai membuka ruang pendampingan bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan kegiatan ekspor dari Dumai.
“Pada prinsipnya, semangat para pengusaha untuk meningkatkan ekspor dari Pelabuhan Dumai sangat kami dukung. Kami juga sudah menyampaikan ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi agar kegiatan ekspor dapat berjalan sesuai aturan,” kata Ruru.
Ia menilai Dumai memiliki peluang untuk memperluas basis eksportir dengan melibatkan lebih banyak UMKM. Pendampingan akan diberikan agar pelaku usaha memahami sekaligus memenuhi ketentuan perdagangan internasional.
“Kami melihat peluang ekspor ini sangat bagus. Harapannya, semakin banyak pelaku UMKM yang melakukan ekspor. Bea Cukai akan terus melakukan pendampingan dan memberikan fasilitasi agar kegiatan ekspor dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Bagi UMKM, akses ekspor dapat membuka pasar baru sekaligus mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing produk. Namun, pelaku usaha tetap perlu memenuhi persyaratan dan ketentuan ekspor sebelum melakukan pengiriman.
Kolaborasi KADIN dan Bea Cukai Dumai tersebut menjadi langkah awal membangun ekosistem ekspor yang lebih mudah diakses UMKM. Pelabuhan Dumai diproyeksikan menjadi salah satu jalur pengiriman produk lokal menuju pasar internasional secara bertahap.
Editor :Tim Sigapnews