Dandim 0321/Rohil Apresiasi MALIKA 2.0, Dorong Masyarakat Kembangkan Ekonomi
Kegiatan peresmian Program MALIKA 2.0 selesai sekitar pukul 12.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar.
ROKAN HILIR — Dandim 0321/Rohil Letkol Inf M Ricky P.P.P.A.G.A., S.Hub.Int., M.H.I. mengapresiasi Program MALIKA 2.0 yang mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dan sabun di Aula Kepenghuluan Bangko Jaya, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (19/8/2026). Ia mendorong masyarakat tidak berhenti pada pelatihan, tetapi mengembangkan hasilnya menjadi peluang usaha untuk memperkuat ekonomi keluarga.
Program MALIKA 2.0 yang digagas PT Patra Drilling Contractor (PDC) tersebut merupakan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan pengolahan minyak jelantah menjadi produk bernilai guna dan bernilai jual.
Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles, Direktur Utama PDC Fitra, Corporate Secretary PDC Ani Aryani, Danramil 05/Rimba Melintang Kapten Inf Sudarwanto, Kapolsek Bangko Pusako AKP Tri Adiyatmika, Camat Bangko Pusako Azhar, para penghulu, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan dan kader PKK.
Dandim 0321/Rohil menilai pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk baru merupakan langkah kreatif yang memberikan manfaat ganda. Selain mengurangi limbah rumah tangga, kegiatan tersebut membuka peluang ekonomi yang dapat dikembangkan masyarakat.
“Kami dari Kodim 0321/Rohil sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Program MALIKA 2.0 tidak hanya memberikan keterampilan kepada masyarakat, tetapi juga mengajarkan bagaimana sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi,” ujar Dandim.
Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan tidak cukup diukur dari terlaksananya pelatihan. Keberlanjutan produksi, pendampingan, pemasaran dan pengembangan usaha menjadi faktor penting agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat yang sudah mendapatkan pelatihan dapat terus mengembangkan keterampilannya. Jangan sampai setelah kegiatan selesai, produksinya juga berhenti. Perlu ada pendampingan, pemasaran dan pengembangan usaha secara berkelanjutan,” tambahnya.
Dandim juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan kepenghuluan, perusahaan serta masyarakat dalam mengawal program tersebut.
“Kami siap mendukung upaya-upaya positif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergi semua pihak sangat penting agar program seperti MALIKA 2.0 benar-benar memberikan dampak nyata, khususnya dalam membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap produk hasil pelatihan tidak hanya dipasarkan untuk kebutuhan lokal, tetapi mampu dikembangkan menjadi produk unggulan Bangko Pusako dan Rokan Hilir. Untuk mencapai target tersebut, kualitas produk, kemasan, legalitas dan strategi pemasaran dinilai perlu mendapat perhatian sejak awal.
Program MALIKA 2.0 sendiri diawali dengan pelatihan dan pendampingan selama kurang lebih tiga bulan. Dalam kegiatan peresmian, perangkat program juga diserahkan secara simbolis kepada Kepenghuluan Bangko Jaya, Bangko Permata dan Bangko Bakti.
Bagi Dandim, langkah tersebut menjadi awal dari proses yang lebih besar. Minyak jelantah yang sebelumnya dianggap limbah diharapkan dapat berubah menjadi sumber nilai ekonomi sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.
“Kami berharap produk yang dihasilkan nantinya bukan hanya untuk konsumsi lokal, tetapi bisa berkembang menjadi produk unggulan masyarakat Bangko Pusako dan Kabupaten Rokan Hilir,” pungkasnya.
Editor :Tim Sigapnews