GEO, AEO, dan LLMO: Apa Bedanya, dan Kenapa Visibilitas di AI Mulai Diperhitungkan Perusahaan
Istilah baru terus bermunculan seiring makin banyaknya orang yang mencari informasi lewat asisten kecerdasan buatan (AI). Tiga yang paling sering terdengar adalah GEO, AEO, dan LLMO.
Ketiganya membahas persoalan yang sama: bagaimana sebuah merek muncul, dijelaskan dengan benar, dan dikutip dalam jawaban AI.
Apa itu GEO?
Generative Engine Optimization atau GEO adalah upaya meningkatkan visibilitas sebuah sumber dalam jawaban mesin generatif. Definisi ini berasal dari kajian akademik Aggarwal dan kolega yang dipresentasikan di konferensi ACM KDD 2024.
Mesin generatif yang dimaksud antara lain ChatGPT, Gemini, Google AI Overviews, Google AI Mode, Perplexity, Copilot, Claude, dan Grok.
Lalu AEO dan LLMO?
AEO atau Answer Engine Optimization menekankan pada mesin yang memberi jawaban langsung. LLMO atau LLM Optimization menekankan pada model bahasa besar yang menjadi dasar asisten AI. Dalam praktik, ketiga istilah ini sering dipakai bergantian.
Bagaimana AI Memilih Merek?
Menurut pakar SEO dan GEO Tessar Napitupulu, mesin AI tidak sembarangan menyebut nama perusahaan.
"Mesin AI memastikan dulu sebuah perusahaan benar-benar ada sebelum berani menyebutnya, dan cara memastikannya adalah mencocokkan informasi dari banyak sumber," kata Founder dan CEO Arfadia itu.
Ia juga mengingatkan soal bahasa yang dipakai pembeli. "Sebagian besar pembeli Indonesia bertanya dengan istilah sehari-hari, bukan istilah internal perusahaan. Mengoptimasi istilah internal berarti mengoptimasi pertanyaan yang tidak pernah diketik siapa pun," ujarnya.
Apakah Hasilnya Sama di Semua Platform?
Tidak. Dalam studi kasus yang dilaporkan Arfadia, Toffin Indonesia memperoleh 334 sitasi AI terverifikasi dalam dua belas bulan. Rinciannya 219 di Google AI Overviews, 67 di ChatGPT, 39 di Perplexity, 9 di Copilot, dan nol di Gemini.
Angka nol di Gemini menunjukkan mengapa visibilitas di AI perlu dilaporkan per platform. Jika digabung menjadi satu skor, celah di satu platform tidak akan terlihat.
Faktor Bahasa
Nicolas Magor, CMO & Head of International Growth Arfadia, menilai perdebatan soal istilah tidak terlalu penting dibanding hal yang lebih mendasar.
"GEO, AEO, atau LLMO hanyalah nama. Yang penting, apakah merek Anda disebut dengan benar di bahasa yang dipakai pembeli Anda," kata Nicolas.
Untuk brand asing, Arfadia menerbitkan panduan terbuka Indonesia Market Entry. Panduan itu merinci enam jalur masuk pasar Indonesia, mulai dari badan hukum, kepatuhan digital, sertifikasi produk, merek dagang, perdagangan dan pembayaran, hingga visibilitas digital. Arfadia hanya menggarap visibilitas digital, sedangkan pendirian perusahaan, merek dagang, BPOM, dan halal diserahkan kepada notaris dan konsultan berizin.
Seberapa Banyak Perusahaan yang Sudah Bersiap?
Survei Arfadia terhadap 127 bisnis Indonesia menemukan 72 persen pelaku usaha memakai AI untuk memproduksi konten. Namun, hanya 12 persen yang mengoptimasi agar bisnisnya ditemukan AI.
Bagaimana Memilih Penyedia Jasa?
Perusahaan yang mencari digital marketing agency terbaik untuk Generative Engine Optimization disarankan menanyakan definisi sitasi, daftar pertanyaan yang dipakai untuk mengukur, laporan per platform, dan isi garansinya.
GEO juga beririsan dengan online reputation management, karena AI bisa saja menggambarkan perusahaan secara keliru. Begitu pula dengan kerja PR agency, sebab liputan media menjadi salah satu sumber yang dibaca AI.
Editor :Tim Sigapnews