Hadiri Rakor Keagamaan, LDII Taman Dorong Komunikasi Masjid dan Warga Diperkuat
PC LDII Kecamatan Taman ikut membahas pentingnya komunikasi antara pengurus masjid dan masyarakat sekitar dalam Rakor Keagamaan di Kantor Kecamatan Taman.
SIDOARJO – Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Taman ikut membahas pentingnya komunikasi antara pengurus masjid dan masyarakat sekitar dalam Rapat Koordinasi Keagamaan di Kantor Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (10/9/2026).
Rapat yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB itu digelar atas undangan Camat Taman Ahmad Fauzi, S.STP., M.HP. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, aparat keamanan, organisasi keagamaan dan tokoh masyarakat untuk membahas hubungan sosial di sekitar lingkungan masjid.
Ketua PC LDII Kecamatan Taman H. Trisno Yudi menilai komunikasi menjadi kunci agar aktivitas keagamaan tidak menimbulkan kesalahpahaman dengan masyarakat sekitar.
“Komunikasi yang baik dengan warga sekitar menjadi hal penting agar kegiatan di lingkungan masjid dapat berjalan dengan baik dan tetap menjaga kerukunan,” ujar Trisno Yudi.
Menurutnya, keberadaan masjid tidak terpisahkan dari lingkungan tempat masyarakat beraktivitas. Karena itu, pengurus masjid perlu membangun komunikasi terbuka dengan warga, terutama terkait kegiatan yang melibatkan banyak jamaah atau berpotensi memengaruhi lingkungan sekitar.
“Komunikasi yang terbuka dapat menjadi sarana untuk membangun saling pengertian antara pengurus masjid dan masyarakat di sekitarnya,” katanya.
Rakor tersebut juga dihadiri Kapolsek Taman Kompol Bagus Kurniawan, S.H., M.H., Danramil 0816/14 Taman Kapten Arh Mukhlis Hariyanto, Kepala KUA Taman Nur Fatichin, S.Ag., serta Kepala Desa Tawangsari Adi Sucipto, S.H.
Dari unsur organisasi keagamaan hadir Ketua MUI Kecamatan Taman Moh. Ali Imron, S.Ag., M.Pd.I., Ketua MWC NU Kecamatan Taman H. Ahmad Syafi'i, Ketua PC Muhammadiyah Sepanjang Dr. Sam'un, M.Ag., serta jajaran PC LDII Taman.
Dalam forum tersebut, komunikasi ditempatkan sebagai bagian penting dalam menjaga hubungan harmonis antara kegiatan keagamaan dan kehidupan sosial masyarakat.
Pesannya tegas: masjid bukan hanya ruang ibadah, tetapi juga berada di tengah masyarakat. Komunikasi yang terbuka menjadi salah satu kunci agar aktivitas keagamaan berjalan seiring dengan kerukunan warga.
Editor :Tim Sigapnews