LDII dan PERSINAS ASAD Perkuat MoU, Remaja Mimika Digembleng Pencak Silat
Kerja sama antara LDII dan PERSINAS ASAD mulai diwujudkan melalui pembinaan pencak silat bagi kalangan remaja di Timika
TIMIKA – Kerja sama antara LDII dan PERSINAS ASAD mulai diwujudkan melalui pembinaan pencak silat bagi kalangan remaja di Timika, Papua Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung di Padepokan PERSINAS ASAD, Jalan Achmad Yani, Timika, Senin (7/9/2026) malam.
Program ini diikuti remaja Masjid Ainil Yaqin di bawah naungan LDII Distrik Mimika Baru bersama warga PERSINAS ASAD. Kegiatan dikemas bersamaan dengan pengajian rutin sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pembinaan keagamaan, tetapi juga pelatihan seni bela diri.
Latihan tersebut merupakan implementasi kerja sama yang sebelumnya dituangkan dalam MoU antara DPP LDII dan PB PERSINAS ASAD. Kesepakatan itu membuka ruang bagi warga LDII, termasuk remaja di daerah, untuk mendapatkan pembinaan pencak silat.
Meski pelaksanaan berlangsung jauh dari pusat organisasi di Jakarta, program pembinaan tetap menjangkau remaja LDII di Mimika. Padepokan PERSINAS ASAD menjadi tempat peserta mendapatkan pembekalan teknik dan dasar-dasar pencak silat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah pembinaan generasi muda melalui aktivitas yang memadukan aspek keagamaan, kedisiplinan, kebugaran, dan keterampilan bela diri.
Remaja Masjid Ainil Yaqin mengikuti latihan bersama warga PERSINAS ASAD sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat kerja sama kedua organisasi hingga ke tingkat daerah.
Pembinaan pencak silat diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan latihan semata. Program tersebut juga diarahkan menjadi sarana membentuk karakter remaja agar lebih disiplin, memiliki ketahanan diri, serta mampu menjaga kebugaran melalui olahraga bela diri.
Kerja sama LDII dan PERSINAS ASAD melalui MoU tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi pembinaan generasi muda. Pelaksanaannya di Mimika menunjukkan bahwa program tidak hanya berpusat di wilayah perkotaan atau pusat organisasi, tetapi juga dapat diterapkan hingga daerah.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus berlanjut sehingga pembinaan agama dan olahraga bela diri dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi muda yang sehat, disiplin dan berkarakter.
Editor :Tim Sigapnews