PLN UIP3B Sumatera Siagakan 1.628 Personel Jaga Keandalan Listrik Selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H
PT PLN (Persero) UIP3B Sumatera memastikan sistem kelistrikan di wilayah Sumatera dalam kondisi aman dan andal selama periode Siaga Ramadan dan Idul Fitri 1447 H yang berlangsung pada 14–28 Maret 2026 mendatang.
PEKANBARU – PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera memastikan sistem kelistrikan di wilayah Sumatera dalam kondisi aman dan andal selama periode Siaga Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang berlangsung pada 14–28 Maret 2026 mendatang.
Untuk menjaga keandalan pasokan listrik pada momen penting tersebut, PLN UIP3B Sumatera menyiagakan 47 posko siaga yang didukung oleh 1.628 personel PLN dan tenaga alih daya, serta 144 personel Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yang siap melakukan pekerjaan teknis tanpa pemadaman listrik.
General Manager PLN UIP3B Sumatera Amiruddin mengatakan, kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan hingga merayakan Idul Fitri dengan nyaman.
“Ramadan dan Idul Fitri merupakan momen penting bagi masyarakat. Karena itu, PLN memastikan seluruh sistem kelistrikan dalam kondisi siap dan andal agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk serta merayakan hari raya dengan tenang,” ujar Amiruddin, Rabu (11/3/2026).
Dari sisi pasokan listrik, proyeksi neraca daya di Sumatera selama periode siaga berada dalam kondisi normal dan aman, dengan cadangan daya yang lebih besar dibandingkan pembangkit terbesar yang beroperasi di sistem.
Pada periode Ramadan, beban puncak harian diperkirakan berada pada kisaran 7.800 hingga 8.000 MW, dengan kenaikan load factor hari kerja mencapai sekitar 90 persen. Sementara itu, pada periode Idul Fitri yang diperkirakan terjadi pada 20 Maret 2026, beban puncak diproyeksikan mencapai 6.295 MW, dengan kemampuan pasok pembangkit sebesar 9.766 MW dan cadangan operasi sebesar 3.471 MW.
Amiruddin menjelaskan, PLN juga menerapkan berbagai strategi operasi sistem untuk menjaga stabilitas jaringan, antara lain pengaturan operasi pembangkit pada periode beban rendah, pengendalian beban sesuai batas teknis pembangkit, serta memastikan kesiapan fasilitas darurat seperti black start dan simulasi operasi melalui Dispatcher Training Simulator.
Selain kesiapan sistem, PLN juga memperkuat dukungan peralatan dan pengamanan infrastruktur kelistrikan. Sebanyak 1.112 personel pengamanan yang terdiri dari petugas keamanan serta unsur TNI dan Polri turut dilibatkan untuk menjaga objek vital kelistrikan.
PLN juga menyiagakan 4.119 unit peralatan teknis, 420 kendaraan operasional, serta material cadang gangguan dalam jumlah memadai untuk mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan.
“Dengan kesiapan sistem, personel, serta peralatan yang kami siagakan, PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik selama Ramadan hingga Idul Fitri sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dan ibadah dengan nyaman,” kata Amiruddin.
Untuk mengantisipasi kondisi darurat, PLN juga menyiapkan 7 unit trafo mobile, 3 set Emergency Restoration System (ERS), serta 10 unit crane yang ditempatkan secara strategis guna mempercepat pemulihan apabila terjadi gangguan pada jaringan transmisi.
PLN berharap seluruh rangkaian ibadah Ramadan hingga perayaan Idul Fitri dapat berlangsung dengan lancar, didukung oleh pasokan listrik yang andal di seluruh wilayah Sumatera. Adv
Editor :Tim Sigapnews