81 Tahun Menerangi Negeri, PLN UIP3B Sumatera Hadirkan Cahaya Baru bagi 81 Pasang Mata
Memaknai 81 tahun pengabdian dalam momentum HLN ke-81, PT PLN (Persero) UIP3B Sumatera bersama YBM PLN menghadirkan program “Berbagi Cahaya”.
MEDAN – Cahaya bukan sekadar energi yang menerangi rumah dan menggerakkan kehidupan. Bagi mereka yang selama ini hidup dengan penglihatan terbatas akibat katarak, cahaya adalah harapan untuk kembali melihat wajah orang-orang tercinta dan menikmati indahnya dunia.

Memaknai 81 tahun pengabdian dalam momentum Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menghadirkan program “Berbagi Cahaya”, berupa bantuan paket operasi katarak bagi 81 penerima manfaat di Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (24/10).
Mengusung semangat kepedulian dan kemanusiaan, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen PLN untuk tidak hanya menghadirkan keandalan pasokan listrik, tetapi juga menyalakan harapan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
General Manager PLN UIP3B Sumatera, Elvanto Yanuar Ikhsan, hadir bersama Ketua YBM PLN UIP3B Sumatera, Syafrizal, serta jajaran manajemen PLN UIP3B Sumatera untuk memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan kemanusiaan tersebut.
Bagi PLN, makna menerangi negeri tidak berhenti pada hadirnya listrik di setiap penjuru wilayah. Lebih dari itu, energi yang disalurkan harus mampu menjadi penggerak perubahan, membuka kesempatan, serta menghadirkan harapan baru bagi kehidupan masyarakat.
“Selama 81 tahun, PLN terus berupaya menghadirkan terang bagi Indonesia. Namun, terang yang sesungguhnya bukan hanya berasal dari lampu yang menyala, melainkan juga dari harapan yang kembali tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Melalui program Berbagi Cahaya ini, kami ingin momentum Hari Listrik Nasional menjadi sesuatu yang benar-benar bermakna. Kami berharap 81 penerima manfaat dapat kembali melihat dunia dengan lebih jelas, menatap wajah keluarga, dan menjalani aktivitas dengan lebih baik,” ujar Elvanto.
Program Berbagi Cahaya juga mencerminkan semangat solidaritas insan PLN melalui YBM PLN, yang menghimpun dan mengelola dana zakat, infak, serta sedekah pegawai untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua YBM PLN, Syafrizal, menyampaikan bahwa program operasi katarak ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang berkelanjutan melalui kepedulian sosial pegawai PLN.
“Setiap bantuan yang disalurkan membawa amanah dan harapan. Melalui program ini, kami ingin kepedulian insan PLN benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat. Ketika seseorang memperoleh kesempatan untuk kembali melihat dengan lebih baik, di situlah nilai berbagi menjadi sangat berarti. Semoga ikhtiar kecil ini membawa perubahan besar bagi para penerima manfaat dan keluarganya,” ungkap Syafrizal.
Katarak merupakan salah satu gangguan penglihatan yang dapat membatasi aktivitas sehari-hari, mengurangi kemandirian, bahkan memengaruhi produktivitas seseorang. Melalui bantuan operasi katarak, para penerima manfaat diharapkan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kualitas penglihatan dan kembali menjalani aktivitas dengan lebih mandiri.
Di balik setiap tindakan operasi, tersimpan harapan yang sederhana namun begitu berharga. Harapan seorang orang tua untuk kembali melihat senyum anak dan cucunya. Harapan seseorang untuk kembali beraktivitas tanpa terhalang pandangan yang semakin kabur. Hingga harapan untuk menikmati kembali warna-warni kehidupan yang selama ini perlahan meredup.
Melalui sinergi PLN UIP3B Sumatera dan YBM PLN, program ini sekaligus mempertegas bahwa tanggung jawab PLN tidak hanya menjaga keandalan sistem kelistrikan Sumatera, tetapi juga menghadirkan energi kepedulian yang memberi dampak sosial bagi masyarakat.
Peringatan Hari Listrik Nasional ke-81 pun menjadi lebih dari sekadar perayaan perjalanan panjang sektor ketenagalistrikan Indonesia.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa setiap insan PLN memiliki peran untuk menghadirkan terang, baik melalui pengabdian menjaga pasokan listrik maupun melalui aksi nyata kemanusiaan.
Karena bagi PLN, menerangi negeri bukan hanya tentang memastikan listrik terus menyala, tetapi juga tentang menghadirkan cahaya bagi mereka yang membutuhkan harapan.
Editor :Tim Sigapnews