KPK Geledah 8 Lokasi di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi Terkait Dugaan Korupsi BNPB
Juru Bicara KPK Budhi Prasetyo.
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penggeledahan di delapan titik di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa yang berkaitan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Juru bicara KPK menjelaskan, penggeledahan dilakukan setelah perkara tersebut naik ke tahap penyidikan.
Lokasi yang digeledah meliputi sejumlah rumah pihak yang terkait perkara, kantor BNPB, serta lokasi lain yang dinilai menyimpan barang bukti.
Dalam rangkaian penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan dokumen, barang bukti elektronik, uang, dan tiga unit kendaraan yang diduga berkaitan dengan perkara.
Dokumen yang diamankan antara lain berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa untuk penanganan keadaan darurat dan penanggulangan bencana.
Pengadaan tersebut mencakup berbagai kebutuhan, seperti tenda, selimut, perangkat pengungsian, pompa air, perahu karet, serta peralatan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
KPK menduga terdapat proyek yang diarahkan untuk dimenangkan pihak tertentu. Penyidik juga mendalami dugaan konflik kepentingan dalam proses pengadaan, termasuk afiliasi sejumlah perusahaan dengan pihak yang terkait perkara.
Salah satu hal yang menjadi perhatian penyidik adalah dugaan keterkaitan perusahaan yang direksi atau komisaris utamanya memiliki hubungan keluarga dengan salah satu tersangka berinisial BMS.
Selain itu, KPK mendalami dugaan pemberian uang dari pihak swasta kepada oknum terkait dalam proses pengadaan.
KPK menyatakan barang bukti yang ditemukan akan dianalisis dan dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk memperjelas konstruksi perkara.
Identitas lengkap seluruh pihak serta rincian nilai barang bukti yang disita belum dijelaskan secara menyeluruh dalam keterangan tersebut.
Editor :Tim Sigapnews