Karhutla Ancam Kesehatan, LDII Desak Pemadaman Cepat dan Sanksi Tegas
Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya
JAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap di sejumlah wilayah Indonesia menjadi ancaman bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya mendesak pemerintah mempercepat pemadaman, memperkuat pemantauan titik panas, dan menindak tegas pihak yang terbukti melanggar hukum.
Dody menilai upaya pencegahan harus berjalan beriringan dengan penanganan darurat. Ketika api meluas, pemerintah perlu segera mengerahkan langkah pemadaman yang efektif untuk menekan dampak kebakaran terhadap masyarakat.
“Menjaga lingkungan memang penting untuk mencegah karhutla ke depan. Tetapi ketika karhutla sudah terjadi dan meluas, yang dibutuhkan adalah tindakan cepat untuk menghentikan kebakaran dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat,” tegas Dody.
Ia mendorong pemanfaatan helikopter water bombing di kawasan yang sulit dijangkau petugas darat, termasuk wilayah gambut. Pemerintah juga dapat mempertimbangkan teknologi modifikasi cuaca apabila kondisi atmosfer mendukung, serta mengintegrasikan data satelit dengan laporan petugas lapangan agar titik api segera ditangani.
Dody turut menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran. Jika ditemukan pelanggaran oleh korporasi atau pemegang izin, pemerintah perlu menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan, termasuk mengevaluasi izin apabila pelanggarannya tergolong berat.
Di luar kerusakan ekosistem, kabut asap juga berisiko mengganggu kesehatan, terutama ketika paparan berlangsung lama. Ketua DPP LDII Dicky Budiman menjelaskan, asap karhutla mengandung partikel halus PM2,5, karbon monoksida, dan gas iritan yang dapat memengaruhi sistem pernapasan serta organ tubuh lainnya.
“Dampaknya tidak hanya pada saluran pernapasan. Partikel halus dapat masuk ke aliran darah dan memicu peradangan sehingga meningkatkan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah, seperti serangan jantung, stroke, serta gangguan irama jantung,” ujar Dicky, dokter, epidemiolog, dan peneliti di Griffith University, Australia.
Dicky mengingatkan bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit kronis agar mendapat perlindungan ekstra. Masyarakat disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan saat asap tebal, menutup pintu dan jendela, serta menggunakan masker berfiltrasi tinggi seperti N95 ketika harus keluar rumah.
Warga yang mengalami sesak napas, nyeri dada, pingsan, atau gejala berat lainnya perlu segera mencari pertolongan medis. Jika kualitas udara di rumah memburuk, masyarakat sebaiknya menuju tempat evakuasi atau lokasi dengan udara lebih bersih.
Sementara itu, LDII mendorong pencegahan jangka panjang melalui penghijauan, pengelolaan lahan yang bertanggung jawab, konservasi air, dan edukasi lingkungan melalui program LDII Go Green.
Editor :Tim Sigapnews