Meracik Asa
PLN UIP3B Sumatera Latih 9 Peserta Jadi Barista, 5 di Antaranya Disabilitas
PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera bersama Baitul Maal Muamalat (BMM) melatih sembilan peserta menjadi calon barista profesional di Kafe Kopi Ketua.
MEDAN – PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera bersama Baitul Maal Muamalat (BMM) melatih sembilan peserta menjadi calon barista profesional di Kafe Kopi Ketua, Jalan Serdang, Kota Medan. Program yang berlangsung selama empat hari sejak 30 September 2026 ini melibatkan lima penyandang disabilitas dan empat peserta nondisabilitas untuk memperluas akses keterampilan dan kesempatan kerja.
.jpg)
Pelatihan melalui program Srikandi Women Support Women tersebut membekali peserta dengan teknik meracik dan menyajikan kopi, pengenalan dunia kerja, serta fasilitasi sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
General Manager PLN UIP3B Sumatera, Elvanto Yanuar Ikhsan, mengatakan program ini bertujuan membuka kesempatan yang lebih setara bagi perempuan, termasuk penyandang disabilitas, agar mampu mengembangkan keterampilan dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Filosofi Women Support Women bukan sekadar slogan, melainkan semangat untuk saling menguatkan dan membuka kesempatan bagi setiap perempuan agar mampu berkembang dan lebih produktif,” ujar Elvanto.
Ia menegaskan, keberhasilan program pemberdayaan tidak cukup diukur dari pelaksanaan pelatihan, tetapi juga dari dampaknya terhadap kompetensi, akses pekerjaan, dan kemandirian peserta.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIP3B Sumatera, Yenti Elfina, berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal peserta untuk memasuki industri kopi.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap lahir barista-barista yang kompeten dan mampu bersaing di dunia kerja,” kata Yenti.
Pelatihan menghadirkan Syaril dari Rain Maker, barista profesional asal Medan, sebagai instruktur. Setelah mengikuti pelatihan, peserta juga dipersiapkan untuk menjalani program magang di sejumlah kafe di Kota Medan.
Ketua BMM, Budi Syahputra, menilai budaya kopi di Medan membuka peluang untuk memperluas kesempatan kerja. Menurut dia, keterampilan praktis dan sertifikasi kompetensi dapat membantu peserta mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri.
Salah seorang peserta penyandang disabilitas, Sukma, mengaku pelatihan tersebut meningkatkan kepercayaan dirinya untuk mengembangkan kemampuan dan mencari peluang kerja.
“Dengan keterampilan dan sertifikasi yang diperoleh, kami berharap bisa lebih percaya diri untuk memasuki dunia kerja,” tutur Sukma.
Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Melalui pelatihan, fasilitasi sertifikasi, dan rencana magang, kolaborasi PLN dan BMM diharapkan membantu memperluas akses kerja inklusif bagi perempuan dan penyandang disabilitas.
Editor :Tim Sigapnews