BP Tapera Perluas Sosialisasi FLPP, 148.712 Rumah Sudah Tersalurkan
BP Tapera memperluas sosialisasi KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk membuka akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah pertama.
JAKARTA - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memperluas sosialisasi KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk membuka akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah pertama. Hingga 15 September 2026, program tersebut telah menyalurkan 148.712 unit rumah dengan nilai pembiayaan Rp18,50 triliun secara nasional.
Capaian itu menjadi bagian dari target penyaluran FLPP 2026 sebanyak 350.000 unit rumah. BP Tapera terus menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari ASN, pekerja swasta, pegawai instansi pemerintah, komunitas, pelaku usaha hingga masyarakat umum.
Sosialisasi terbaru berlangsung di Pelataran Makam Bapak Proklamator RI Mohammad Hatta, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut menyasar PJLP dan PPSU Petugas TPU Tanah Kusir serta diikuti sekitar 210 peserta.
Sebanyak 20 calon debitur mendapat kesempatan berdialog langsung untuk membahas peluang memperoleh pembiayaan rumah subsidi. BP Tapera memberikan informasi mengenai persyaratan, pilihan rumah, simulasi pembiayaan hingga mekanisme pengajuan melalui bank penyalur.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan masyarakat yang belum memiliki rumah tidak perlu menunggu sampai penghasilannya dianggap sangat besar untuk mulai mencari informasi.
“Semua orang bisa punya rumah. Karena itu, kami mengajak masyarakat yang sampai saat ini masih tinggal dengan cara mengontrak atau belum memiliki rumah untuk mulai mencari informasi dan menghitung kemampuan. Jangan menunggu sampai merasa penghasilan sudah sangat besar. Program FLPP hadir untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan agar dapat memiliki rumah pertama dengan pembiayaan yang lebih terjangkau,” ujar Heru.
Program KPR Sejahtera FLPP menyediakan sejumlah skema pembiayaan, antara lain suku bunga dan cicilan tetap, uang muka ringan, serta tenor maksimal 40 tahun sesuai ketentuan. Penerima manfaat dapat berasal dari masyarakat berpenghasilan tetap maupun tidak tetap sepanjang memenuhi persyaratan.
BP Tapera juga mengarahkan masyarakat memanfaatkan SiKumbang untuk mencari rumah subsidi berdasarkan wilayah. Calon pembeli diminta mengecek langsung kondisi hunian, termasuk akses air, listrik, lingkungan, dan lokasi sebelum mengambil keputusan.
Selain itu, masyarakat dapat menggunakan aplikasi Tapera Mobile untuk mencari rumah, melakukan simulasi, dan memperoleh informasi pengajuan KPR FLPP.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk mengunduh Tapera Mobile. Dengan aplikasi ini, masyarakat dapat lebih mudah mencari informasi rumah subsidi, melakukan simulasi, dan mendapatkan informasi mengenai proses pengajuan KPR FLPP,” kata Heru.
Kebutuhan hunian terjangkau masih menjadi persoalan besar, khususnya di perkotaan. Data BPS yang dikutip BP Tapera mencatat backlog kepemilikan rumah di DKI Jakarta mencapai 39,36 persen pada 2026, sementara backlog nasional sekitar 9,29 juta rumah tangga.
Kondisi tersebut membuat rumah susun turut didorong sebagai alternatif hunian bagi pekerja perkotaan, terutama masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal lebih dekat dengan pusat kegiatan ekonomi.
Editor :Tim Sigapnews