Purbaya Akui Perombakan Pejabat Kemenkeu Jadi Faktor Pencopotannya
Purbaya Yudhi Sadewa Saat rapat dengan DPR
Jakarta — Purbaya Yudhi Sadewa mengakui perombakan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan menjadi salah satu faktor pencopotannya dari jabatan Menteri Keuangan.
Hal itu disampaikan Purbaya seusai serah terima jabatan (sertijab) dengan Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
“Sebagian ada (karena perombakan pejabat). (Karena itu ya, Pak?) Sebagian iya,” ujar Purbaya, dikutip dari detikFinance, Rabu (16/9/2026).
Saat ditanya apakah pencopotannya berkaitan dengan kebijakan yang diambil selama menjabat, Purbaya menyebut kebijakan tersebut berkaitan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya juga menyatakan bahwa reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya Ungkap Dugaan Utang Pajak hingga Rp1 Triliun
Sebelum dicopot dari jabatannya, Purbaya sempat menyoroti persoalan penegakan kewajiban perpajakan terhadap sejumlah perusahaan dalam rapat bersama DPR.
Ia mengaku telah memerintahkan pemeriksaan terhadap perusahaan yang diduga belum memenuhi kewajiban pajaknya. Namun, menurut Purbaya, tidak seluruh instruksi tersebut ditindaklanjuti.
Purbaya mengungkap potensi kewajiban pajak yang belum tertagih dari sejumlah perusahaan di kawasan industri Pulogadung.
“Minimal Rp200 miliar, tapi kalau ditekan lebih kencang lagi, dengan aturan lebih tepat, itu mendekati Rp1 triliun per usaha,” ungkapnya.
Menurut Purbaya, pembenahan sistem perpajakan diperlukan untuk meningkatkan penerimaan negara sekaligus menciptakan persaingan usaha yang lebih adil bagi pengusaha domestik.
Ia juga menyinggung dugaan praktik yang membuat sebagian perusahaan merasa tidak perlu mematuhi aturan di Indonesia.
“Orang perusahaan-perusahaan sana itu menghina saya. Mereka bilang gini, nggak ada gunanya kita ikuti peraturan Indonesia, orang Indonesia nggak akan bisa berubah. Dibayar, selesai,” ujarnya.
Purbaya menegaskan dirinya tidak ingin berkompromi dengan praktik semacam itu. Ia menyebut pembenahan sistem perpajakan terus dilakukan untuk meningkatkan penerimaan negara dan memperbaiki perlakuan terhadap pengusaha domestik.
Meski demikian, belum ada keterangan resmi yang mengonfirmasi bahwa dugaan kewajiban pajak tersebut menjadi penyebab langsung pencopotan Purbaya.
Pernyataan mengenai dugaan kewajiban pajak dan praktik penyimpangan tersebut merupakan klaim Purbaya
Editor :Tim Sigapnews