KPK Amankan 14 Orang dalam OTT Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru UNSOED
KPK mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam proses penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)
JAKARTA — KPK mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam proses penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Purwokerto, Jawa Tengah.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Purwokerto pada Kamis (20/8/2026). Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tim KPK mengamankan 14 orang, terdiri atas 12 orang di Purwokerto dan dua orang di Jakarta.
Salah satu pihak yang diamankan adalah Rektor UNSOED.
Dua orang yang diamankan di Jakarta langsung menjalani permintaan keterangan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK. Sementara itu, 12 orang yang diamankan di Purwokerto menjalani pemeriksaan awal di Polresta Banyumas.
Dari 12 orang tersebut, tujuh di antaranya kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dengan demikian, hingga Jumat (21/8/2026), terdapat sembilan orang yang telah berada di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani permintaan keterangan lebih lanjut.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, KPK turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai dengan nilai ratusan juta rupiah.
KPK menyayangkan adanya dugaan praktik korupsi di lingkungan pendidikan. Menurut KPK, ruang pendidikan semestinya tidak hanya menjadi tempat pembelajaran ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai dan karakter.
Terlebih, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan proses penerimaan mahasiswa baru.
"Artinya, transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus. Gerbang yang semestinya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa," ujar KPK dalam keterangannya.
KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan untuk menentukan status hukum mereka dalam perkara tersebut.
Editor :Tim Sigapnews