PW Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) akan Dilantik Hari Ini, Sinergi Pesantren dan Budaya Melayu
Pengurus Wilayah JKSN Riau masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik di Balai Adat Melayu Riau, Pekanbaru, Sabtu (15/8/2026).
PEKANBARU — Pengurus Wilayah Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) Riau masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik di Balai Adat Melayu Riau, Pekanbaru, Sabtu (15/8/2026), bersamaan dengan pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Riau.
Pelantikan tersebut dihadiri langsung Ketua Umum Pengurus Pusat JKSN, Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. Kehadiran pimpinan pusat menjadi momentum bagi kepengurusan baru JKSN Riau untuk memperkuat jaringan ulama dan pesantren sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Ketua PW JKSN Riau, Kyai M. Tohir, S.Pd., mengatakan pelantikan tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga awal bagi pengurus baru untuk menjalankan amanah dan memperluas kontribusi JKSN di Riau.
"Semoga pelantikan yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP JKSN Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. ini berlangsung dengan lancar dan khidmat, serta membawa kebaikan untuk para pengurus yang dilantik dan warga Riau pada umumnya," ujar Tohir.
Ia menegaskan JKSN Riau membawa misi memperkuat hubungan antarkiai dan pesantren di berbagai daerah. Selain itu, organisasi tersebut membuka ruang sinergi dengan tokoh dan masyarakat Melayu sebagai bagian dari upaya menjaga harmonisasi sosial dan kebudayaan di Riau.
"JKSN Riau membawa misi membangun sinergi dan jaringan antar-Kiai dan pesantren di Riau, serta juga membangun harmonisasi dengan tokoh Melayu," katanya.
Pemilihan Balai Adat Melayu Riau sebagai lokasi pelantikan juga memiliki makna tersendiri. Menurut Tohir, tempat tersebut merepresentasikan penghormatan terhadap adat, tradisi, dan identitas budaya Melayu yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Riau.
Pelantikan JKSN Riau dan Pergunu Riau untuk masa khidmat 2026–2031 diharapkan menjadi langkah awal memperkuat peran ulama, santri, guru, dan pesantren dalam membangun sumber daya manusia serta kehidupan sosial-keagamaan di Riau.
Dengan kepengurusan baru, JKSN Riau dituntut tidak berhenti pada seremoni pelantikan, tetapi mampu menerjemahkan misi organisasi melalui kerja nyata dan kolaborasi yang berdampak bagi masyarakat.
Editor :Tim Sigapnews