KAI Apresiasi Gubernur Jabar Usai Petugas Perlintasan Jadi Korban Pengeroyokan
BANDUNG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas perhatian dan dukungan terhadap penanganan kasus pengeroyokan yang menimpa petugas Penjaga Perlintasan Sebidang (JPL) 227 Leuwigoong, Kabupaten Garut. Pernyataan itu disampaikan menyusul insiden yang terjadi saat petugas menjalankan tugas pengamanan perjalanan kereta api, Selasa (14/7/2026).
Peristiwa pengeroyokan terjadi pada Minggu (12/7/2026) di JPL 227 Leuwigoong KM 210+8, petak jalan Karangsari - Cibatu, Kabupaten Garut. Saat itu, petugas tengah mengatur lalu lintas dan mengingatkan pengguna jalan agar mematuhi aturan ketika melintasi perlintasan sebidang demi keselamatan perjalanan kereta api.
Namun, upaya tersebut justru berujung pada aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum terhadap petugas.
Manager Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi dukungan moral bagi seluruh petugas KAI yang setiap hari bertugas menjaga keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Jawa Barat beserta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan perhatian dan atensi penuh terhadap peristiwa pengeroyokan yang dialami petugas JPL 227 Leuwigoong. Dukungan tersebut menjadi semangat bagi seluruh insan KAI yang setiap hari bertugas menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan di perlintasan sebidang," ujar Kuswardojo.
KAI Daop 2 Bandung juga memberikan apresiasi kepada Polsek Leuwigoong dan Polres Garut atas langkah cepat mengungkap kasus tersebut. Perusahaan mendukung penuh proses hukum terhadap para pelaku agar memberikan rasa keadilan bagi korban sekaligus menjadi efek jera.
"Kami mendukung sepenuhnya kinerja Polsek Leuwigoong dan Polres Garut dalam melakukan penangkapan serta proses hukum terhadap para pelaku. Kami berharap penegakan hukum dapat berjalan dengan baik sehingga memberikan rasa keadilan bagi petugas serta menjadi efek jera agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," tambahnya.
Selain itu, KAI menilai sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama ini berperan penting dalam meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, baik melalui edukasi kepada masyarakat, peningkatan disiplin berlalu lintas, maupun dukungan terhadap berbagai program keselamatan transportasi perkeretaapian.
KAI kembali mengingatkan bahwa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, setiap pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api serta mematuhi rambu, sinyal, dan arahan petugas ketika melintasi perlintasan sebidang.
Kuswardojo berharap insiden tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih menghargai petugas yang menjalankan tugas di lapangan dan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.
"Kami berharap kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Hormati petugas yang sedang menjalankan tugas, patuhi seluruh aturan di perlintasan sebidang, dan selalu dahulukan perjalanan kereta api. Keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI ataupun petugas, melainkan merupakan tanggung jawab kita bersama," tutupnya.
KAI Daop 2 Bandung menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan budaya keselamatan di perlintasan sebidang serta memastikan perjalanan kereta api berlangsung aman, selamat, dan tepat waktu.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Humasda KAI Daop 2 Bandung