Suasana Haru Warnai 31 Santri MDTA Tarbiyatul Islamiyah Bagansiapiapi Khatam Al-Qur'an
Khatam Qur'an
ROKAN HILIR – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti halaman MDTA Tarbiyatul Islamiyah Yayasan CH. Rozali di Jalan Madrasah BAA, Kabupaten Rokan Hilir, Minggu (14/6/2026).
Puluhan santriwan dan santriwati mengikuti prosesi Khatam Al-Qur'an sekaligus pelepasan sebagai tanda telah menyelesaikan pendidikan dasar keagamaan di madrasah tersebut.
Kegiatan yang dihadiri orang tua santri, tokoh masyarakat, dewan guru, serta tamu undangan itu berlangsung khidmat sejak pagi hingga siang hari. Acara menjadi momentum syukur atas keberhasilan para santri menuntaskan pembelajaran membaca dan memahami Al-Qur'an.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai ta'aruf mengelilingi lingkungan sekitar madrasah. Dengan mengenakan busana muslim yang rapi dan seragam, para santri tampak antusias mengikuti pawai yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Usai pawai, para santri mengikuti prosesi khatam Al-Qur'an dengan melantunkan ayat-ayat suci secara bergantian. Lantunan bacaan Al-Qur'an yang menggema di lokasi acara menciptakan suasana khusyuk dan mengundang rasa haru dari para orang tua yang hadir menyaksikan putra-putri mereka mencapai salah satu tahap penting dalam pendidikan agama.
Sebagai bagian dari tradisi Melayu yang masih terjaga, para santri juga menjalani prosesi tepung tawar. Ritual tersebut menjadi simbol doa dan harapan agar ilmu yang diperoleh membawa keberkahan serta menjadi pedoman dalam kehidupan mereka di masa mendatang.
Pihak madrasah turut memberikan penghargaan kepada sejumlah santri berprestasi. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kedisiplinan, semangat belajar, serta capaian akademik dan keagamaan selama menempuh pendidikan di MDTA Tarbiyatul Islamiyah.
Ketua Yayasan CH. Rozali, Encik Elmi Idris, dalam sambutannya mengingatkan para santri agar tidak berhenti belajar meskipun telah menyelesaikan pendidikan di tingkat madrasah diniyah.
"Khatam Al-Qur'an ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus mendalami dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap para santri dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlakul karimah, berbakti kepada orang tua, serta berguna bagi agama, bangsa, dan negara. Pesan saya, jagalah adab, barulah berilmu," ujar Encik Elmi Idris.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua yang selama ini telah mendampingi serta membimbing para santri hingga mampu menyelesaikan pendidikan Al-Qur'an dengan baik.
Melalui kegiatan tersebut, pihak yayasan berharap para lulusan MDTA Tarbiyatul Islamiyah dapat menjadi generasi Qurani yang beriman, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Editor :Tim Sigapnews