Sungai Kubu Tak Aman Lagi
Disambar Buaya Saat Mandi, Warga Sungai Kubu Selamat dari Maut
Burhan (56 Tahun) Korban yang selamat disambar Buaya
ROHIL – Seorang warga Dusun Sentosa, Sungai Kubu Hulu, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, nyaris kehilangan nyawa setelah diserang buaya saat mandi di Sungai Kubu, Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Korban, Burhan alias Ibung (56), berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka serius akibat gigitan hewan predator tersebut.
Peristiwa itu terjadi ketika Burhan mandi di sungai yang berada tepat di belakang rumahnya. Tanpa diduga, seekor buaya muncul dari dalam air dan langsung menyambar tubuh korban.
Dalam kondisi panik, Burhan berusaha melawan dan melepaskan diri dari gigitan buaya. Pertarungan hidup dan mati itu berlangsung beberapa saat hingga korban berhasil lolos. Meski mengalami luka di bagian kepala dan bahu serta kehilangan banyak darah, Burhan masih sempat berteriak meminta pertolongan.
Teriakan korban mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga segera datang ke lokasi untuk memberikan bantuan. Kehadiran warga membuat buaya tersebut menghilang ke dasar sungai.
Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Rantau Panjang Kiri untuk mendapatkan penanganan medis. Petugas kesehatan langsung memberikan perawatan terhadap luka yang diderita korban.
Insiden ini menambah daftar panjang konflik antara manusia dan buaya di sepanjang aliran Sungai Kubu yang membelah wilayah Kecamatan Kubu dan Kecamatan Kubu Babussalam. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah warga dilaporkan menjadi korban serangan buaya. Sebagian berhasil selamat, namun ada pula yang meninggal dunia.
Warga setempat, Madian (43), mengatakan populasi buaya di Sungai Kubu diduga semakin bertambah. Menurutnya, masyarakat perlu kembali memperhatikan kebiasaan yang dapat memancing keberadaan buaya di sekitar permukiman.
"Ada kebiasaan tak baik yang perlu kita pahami, jangan buang sisa potongan atau kotoran ayam dan lain-lain ke sungai. Nenek dan orang tua kita dulu tidak mau membuang hewan mati atau limbah ayam potong ke sungai karena khawatir menjadi makanan buaya," ujar Madian, Sabtu (13/6/2026).
Terpisah, Kapolsek Kubu, Iptu Rudi Artono Sitinjak, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai. Menurutnya, pihak kepolisian telah lama memasang baliho dan menyampaikan sosialisasi terkait ancaman buaya di kawasan tersebut.
"Tetap waspada dan berhati-hati ketika beraktivitas di sungai, waspadai ancaman buaya," tegas Iptu Rudi.
Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengurangi potensi serangan buaya, sehingga masyarakat yang masih bergantung pada Sungai Kubu untuk aktivitas sehari-hari dapat merasa lebih aman.
Editor :Tim Sigapnews