Setelah Viral, Balita Yatim Isabela Akhirnya Dijemput Keluarga dari Sumut
Isabela dijemput pihak keluarga orang tuanya setelah ditinggal mati orang tua.
ROKAN HILIR – Isabela Pertiwi (2), balita yang ditinggal wafat ayahnya di sebuah rumah kontrakan di Kampung Mesjid, Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, akhirnya dijemput keluarganya pada Rabu (10/6/2026).
Momen perpisahan itu berlangsung haru dan disaksikan warga yang selama beberapa hari terakhir merawat serta memberikan perhatian kepada anak tersebut.
Paman Isabela, Ramadhan Sadani, datang dari Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, untuk menjemput keponakannya. Proses penyerahan dilakukan di hadapan pihak kelurahan, tokoh masyarakat, dan sejumlah warga yang sejak awal ikut membantu penanganan pasca wafatnya ayah Isabela.
Sejak kabar mengenai kondisi balita tersebut menyebar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik, warga Kampung Mesjid secara bergotong royong memberikan tempat tinggal sementara serta kebutuhan sehari-hari bagi Isabela.
Saat proses penjemputan berlangsung, suasana emosional tampak menyelimuti warga yang telah beberapa hari menjalin kedekatan dengan bocah perempuan tersebut. Tangis haru mengiringi keberangkatan Isabela menuju tempat tinggal keluarga ayahnya di Sumatera Utara.
“Isabela kami serahkan ke pihak keluarga dengan terlebih dulu melihat surat administrasi penjemputnya, Pak Ramadhan Sadani,” ujar Harry, Lurah Bagan Batu.
Menurut Harry, pihak kelurahan memastikan seluruh proses penyerahan dilakukan sesuai prosedur administrasi guna menjamin keselamatan dan kepastian pengasuhan anak tersebut.
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat yang turut mengikuti proses penanganan kasus tersebut, Mas Slamat, mengungkapkan bahwa sejak ayah Isabela ditemukan meninggal dunia pada Senin (8/6/2026), warga bersama berbagai unsur masyarakat bergerak membantu proses pemakaman hingga perawatan sementara terhadap balita itu.
“Warga dan tokoh masyarakat Kampung Mesjid serta tim medis dan pihak kepolisian turut membantu proses pemakaman almarhum,” kata Mas Slamat, Kamis (11/6/2026).
Diketahui, ayah Isabela merupakan seorang perantau asal Sumatera Utara yang baru beberapa waktu tinggal di wilayah Bagan Batu. Setelah peristiwa tersebut, warga setempat melaksanakan fardu kifayah dan memakamkannya di tempat pemakaman umum Muslim setempat.
Kisah Isabela menyita perhatian publik karena di usia yang masih sangat belia, ia harus menghadapi kehilangan sosok ayah. Kini, setelah dijemput keluarga, warga berharap Isabela dapat tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dan mendapatkan masa depan yang lebih baik bersama kerabatnya di Sumatera Utara.
Editor :Tim Sigapnews