Kondisi Pasar Pelita Memprihatinkan,Padahal Ikon Kota Bagansiapiapi Sejak Zaman Kesultanan Siak
Pasar Pelita photo di ambil dari Jalan Muslimin Kelurahan Bagan Barat
Rokan Hilir. Pasar Pelita yang terletak di jantung dan pusat Kota Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir,Riau kini kondisinya sangat memprihatinkan,dari sebuah bangunan megah mulai dari toko,kios dan ramainya pedagang dan pembeli setiap harinya berbelanja di sini.
Mulai dari toko kelontong,bush-buahan,sayur-sayuran dan los tempat pedagang ikan dan hasil laut sampai pedagang ayam atau ternak lainya.
Jika berbelanja di Pasar Pelita semua barang kebutuhan yang mau di beli semua tersedia,tinggal mengelilingi pasar tersebut.
Itulah kondisi pasar yang awalnya berada di pinggir laut dan cukup ternama di zaman Kesultanan Siak sekitar Tahun 1775 di saat Tengki Ngah di diangkat Sultan Siak sebagai Penguasa di Bagansiapiapi.
Pasar yang di bangun modern pada Tahun 1980 lewat Inpres (Intruksi Presiden) dari dana Banpred (Bantuan Presiden mencapai puncak kejayaan di awal Rokan Hilir di Tahun 1999.
Kemudian pasar Inpres ini di rehap lebih modern dan bertelingkay dan dibuatnya lif sehingga semakin ramai menjadi pusat perbelanjaan masyarakat Rokan Hilir di Tahun 2010.
Hati ini Jumat (5/6/2026) kondisi terkini dari Pasar Pelita sejak beberapa tahun belakangan ini berobah drastis karena pedagang hengkang meninggalkan tempat mereka.
Bangunan di pusat kota ini kini berubah jadi bangunan menyeramkan,rusak parah dan bagaikan bangunan sisa petang Dunia II.
Pasar terletak di depan Jalan Merdeka antara Jalan Perniagaan Jalan Perdagangan ini sekilas membuat warga takut masuk ke dalam pasar karena gelap dan sepi.
Pada bagian belakang tepatnya Jalan Muslimin jika sore dan malam warga takut melintas melewati jalan bagian belakang Pasar Pelita ini karena sepi dan gelap.
Sayangnya walaupun pernah masuk agenda dan janji politik Bupati dan Wakil Bupati Rohil saat ini,H.Bustamam dan Jhony Charles untuk membangun kembali Pasar Pelita sayangnya hingga memasuki Tahun kedua 2026 ini belum menjadi kenyataan.
" Sayang,dulu disini sentra pusat ekonomi dan peredaran uang terbesar karena letaknya di pusat kota,ini ikon sejarah yang mesti di rawat dan di lestarikan,tapi sayang di abaikan, " Sebut Abdurahman (67) warga Rokan Hilir,Jumat (5/6/2026).
" Karena di leretan Pasar Pelita masih ada bangunan tua yang menurut sejarah sudah berusia lebih dari 200 Tahun,kita berharap bangunlah dan rehap serta fungsikan kembali Pasar Pelita ini sebagai langkah mengatasi Pedagang Kaki Lima yang bertebaran di pusat kota Bagan ini, " Pinta Abdurahman.
Data di himpun dari berbagai sumber bahwa kondisi keuangan daerah Kabupaten Rokan Hilir tidak obahnya seperti besar pasak dari pada tiang .
Bahkan hingga Jumat (5/6/2026) Pemkab Rohil belum mampu membayar Tunda Bayar (TB) Tahun 2025 yang telah membuat rekanan kontraktor mendesak dan mendatangi Bupati Rohil ke rumahnya (mess Pemda) menanyakan nasib uang mereka dari proyek milik Pemkab yang selesai di kerjakan.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak berkopenten membidangi Pasar ini dan begitu juga dengan Pemkab Rohil .
Editor :Tim Sigapnews
Source : Masyarakat dan pedagang kaki lima