Kunjungi SDN Dan SPMN
Sidak Disdik Rohil Bongkar Sekolah Rusak dan Guru Absen
Kondisi memprihatinkan masih ditemukan di sejumlah sekolah di Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir.
ROKAN HILIR – Kondisi memprihatinkan masih ditemukan di sejumlah sekolah di Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir. Bangunan sekolah yang rusak berat hingga minimnya kehadiran tenaga pengajar terungkap saat Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rokan Hilir, Riwansyah, melakukan inspeksi mendadak ke SDN 001 Bukit Damat dan SMPN 1 Simpang Kanan, Rabu (3/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Riwansyah mendapati sejumlah fasilitas pendidikan dalam kondisi rusak. Atap seng berlubang, plafon yang lapuk, pintu dan jendela yang tidak layak pakai, hingga ruang laboratorium dan toilet yang mengalami kerusakan berat terlihat di beberapa bagian sekolah.
Tak hanya persoalan infrastruktur, sidak juga menemukan rendahnya disiplin sebagian tenaga pengajar. Sejumlah guru dilaporkan tidak berada di sekolah pada jam belajar. Akibatnya, sejumlah siswa terlihat menghabiskan waktu di kelas dengan bermain kartu Uno dan permainan lainnya sambil menunggu guru datang.
Temuan itu membuat PLT Kadisdik Rohil menunjukkan ketegasannya di hadapan pihak sekolah. Ia menilai kerusakan ringan seharusnya bisa segera ditangani sebelum berkembang menjadi kerusakan berat.
“Kami minta jika ada kerusakan ringan segera diperbaiki, jangan ditunggu rusak parah, karena dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS dapat dipakai untuk perbaikan sekolah yang rusak ringan itu,” tegas Riwansyah saat meninjau lokasi.
Riwansyah juga menyoroti kedisiplinan guru dalam menjalankan tugas. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kondisi bangunan, tetapi juga kehadiran dan keteladanan tenaga pendidik di sekolah.
“Kami sudah memerintahkan bagian terkait untuk membuat surat edaran dan imbauan kepada seluruh sekolah agar mengawasi dan melarang guru menggunakan handphone saat mengajar. Berikan contoh yang baik kepada anak didik,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah orang tua murid dan masyarakat Simpang Kanan mengaku kecewa dengan kondisi yang terjadi. Mereka berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah nyata agar kualitas pendidikan di wilayah perbatasan tersebut tidak tertinggal.
“Kami tahu Kecamatan Simpang Kanan ini daerah paling jauh di Rohil dan lebih dekat ke Torgamba, Sumatera Utara. Kalau bertugas di sini, boyonglah keluarga dan mengajarlah dengan baik demi tugas,” ujar salah seorang warga.
Kecamatan Simpang Kanan memang dikenal sebagai salah satu wilayah terjauh di Kabupaten Rokan Hilir. Akses yang terbatas kerap menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Namun masyarakat menilai kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan pendidikan.
Temuan sidak ini menjadi alarm bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rokan Hilir untuk mempercepat pembenahan sarana sekolah serta meningkatkan pengawasan terhadap disiplin tenaga pendidik. Masyarakat berharap hasil inspeksi tersebut tidak berhenti pada evaluasi, melainkan diikuti langkah konkret agar siswa mendapatkan hak pendidikan yang layak dan berkualitas.
Editor :Tim Sigapnews