Viral Guru SD di Panipahan Diduga Dianiaya Oknum Kepsek
KOMbl (Komarudin) saat kejadian penganianyaan di kantin sekolah
ROKAN HILIR – Warga Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, digegerkan dengan beredarnya video dugaan aksi kekerasan yang dilakukan seorang oknum kepala sekolah terhadap guru perempuan di lingkungan SDN 001 Panipahan. Peristiwa yang viral sejak Rabu (20/5/2026) itu kini berujung laporan polisi.
Korban diketahui bernama Nur Asyiah, seorang guru di sekolah tersebut. Ia diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oknum kepala sekolah berinisial KOM (57) di area kantin sekolah.
Dalam video yang beredar di tengah masyarakat, KOM terlihat mengenakan singlet tanpa lengan dan celana panjang hitam. Aksi dugaan kekerasan terjadi saat korban berada di sekitar kantin sekolah. Oknum kepala sekolah itu disebut melayangkan pukulan hingga melempar kursi plastik ke arah korban.
“Entah mengapa dia selalu marah, bapak pukul saja, saya lapor polisi,” ucap Nur Asyiah sambil menangis dan menahan sakit dalam rekaman video yang beredar.
Usai kejadian, KOM disebut langsung meninggalkan lokasi dan masuk ke salah satu kamar di area kantin sekolah tersebut.
Pada malam harinya, Nur Asyiah bersama suaminya, Darwis, mendatangi Polsek Panipahan untuk membuat laporan resmi atas dugaan penganiayaan tersebut. Setelah laporan diterima, korban kemudian dibawa petugas ke Puskesmas Panipahan guna menjalani visum et repertum.
“Saya menemani istri saya membuat laporan ke Polsek dan mendampingi saat divisum dokter,” ujar Darwis, Kamis (21/5/2026).
Kepala Puskesmas Panipahan, NS Nurhayati, membenarkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan medis terhadap korban atas permintaan penyidik kepolisian.
“Ya, korban sudah divisum oleh dokter atas permintaan pihak kepolisian,” katanya singkat.
Sementara itu, aparat kepolisian bersama Bhabinkamtibmas mendatangi lokasi kejadian pada Kamis pagi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Namun, oknum kepala sekolah tersebut dikabarkan sudah meninggalkan Panipahan sejak Rabu malam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir belum memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut. Upaya konfirmasi kepada pejabat terkait juga belum mendapat respons.
Kasus ini memicu reaksi keras dari masyarakat dan kerabat korban yang meminta aparat penegak hukum segera memproses dugaan penganiayaan tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk dugaan pelanggaran disiplin ASN.
Editor :Tim Sigapnews