Eratani Gandeng Temasek Foundation, 1.800 Petani Dapat Akses Pembiayaan
Eratani resmi menggandeng Temasek Foundation dalam program pembiayaan pertanian senilai SGD 500.000 pada 12 Maret 2026.
JAKARTA – Eratani resmi menggandeng Temasek Foundation dalam program pembiayaan pertanian senilai SGD 500.000 pada 12 Maret 2026, untuk memperluas akses modal bagi 1.800 petani binaan di Indonesia.
Kemitraan strategis ini menjadi langkah konkret menjawab persoalan klasik sektor pertanian: sulitnya akses pembiayaan. Di tengah kebutuhan modal untuk benih, pupuk, hingga alat produksi, sebagian besar petani masih belum tersentuh layanan keuangan formal.
Data menunjukkan, dari lebih 17,2 juta petani kecil di Indonesia, sekitar 81,52 persen belum memiliki akses ke lembaga keuangan formal. Tingginya persepsi risiko, prosedur kredit yang rumit, serta keterbatasan infrastruktur menjadi penghambat utama.
Melalui program bertajuk 'Blended Finance Model for Rice Farming in Indonesia', Eratani mencoba menjembatani kesenjangan tersebut. Sistem ini menggabungkan teknologi data dan skema penjaminan untuk menciptakan pembiayaan yang lebih aman bagi lembaga keuangan.
CEO Eratani, Andrew Soeherman, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi titik balik dalam membuka akses pembiayaan bagi petani.
“Kemitraan dengan Temasek Foundation merupakan langkah penting untuk membuka akses yang sebelumnya sulit dijangkau, sehingga petani dapat memperoleh sumber daya yang dibutuhkan untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam skema ini, Temasek Foundation bertindak sebagai penjamin bagi penyedia dana. Peran tersebut dinilai krusial untuk mengurangi risiko kredit dan meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan dalam menyalurkan pembiayaan.
Di sisi lain, Eratani mengandalkan teknologi EraSHIELD, sistem berbasis data yang menilai kelayakan petani secara menyeluruh. Mulai dari kondisi lahan, infrastruktur, hingga profil ekonomi petani, seluruhnya diolah menjadi indikator risiko yang terukur.
Dengan kombinasi teknologi dan jaminan finansial, penyaluran modal diharapkan menjadi lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.
Tak hanya itu, kemitraan ini juga menyentuh aspek keberlanjutan. Temasek Foundation memberikan tambahan dukungan sebesar SGD 30.000 untuk pengukuran emisi gas rumah kaca (GHG) pada budidaya padi, sebagai langkah awal menuju pertanian ramah lingkungan.
Program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat ekosistem pertanian berbasis teknologi.
Dengan skema baru ini, Eratani menargetkan semakin banyak petani yang mampu mandiri secara finansial dan meningkatkan produktivitas. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi model pembiayaan pertanian masa depan yang tidak hanya inklusif, tetapi juga berkelanjutan.
Tentang Eratani
Didirikan pada tahun 2021, Eratani adalah perusahaan teknologi pertanian terintegrasi yang berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui solusi inovatif dan pendekatan berbasis teknologi. Dengan memfasilitasi akses ke pendanaan, pengetahuan, teknologi, input pertanian berkualitas tinggi, dan peluang pasar, Eratani memberdayakan petani untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan jangka panjang. Melalui integrasi ekosistem yang mencakup seluruh rantai nilai pertanian dari hulu ke hilir, Eratani mendorong efisiensi dan memperkuat keberlanjutan sektor pertanian.
Eratani telah bekerja sama dengan lebih dari 45.121 petani di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Dengan dukungan menyeluruh, petani mampu meningkatkan hasil produksi hingga 27%. Sebagai penggerak ekosistem, Eratani telah bermitra dengan 600 kios pertanian dan 70 unit penggilingan padi, memperkuat perannya dalam rantai nilai pertanian. Atas dampak yang dihasilkannya, Eratani telah menerima berbagai penghargaan, termasuk Global Startup Awards, ASEAN Startup Awards, NTT Startup Challenge 2024, dan G20 Digital Innovation Alliance pada tahun 2023, Top 100 FoodTech500 dari Foward Fooding.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Rls