Diskusi Nasional Siagian Global Research dan PT Tarombo Bahas Solusi Krisis Papua
Direktur Siagian Global Research, Ruben Cornelius Siagian, bersama pimpinan PT Tarombo menggelar diskusi strategis membahas persoalan Papua, Kamis (23/4/2026).
JAKARTA – Direktur Siagian Global Research, Ruben Cornelius Siagian, bersama pimpinan PT Tarombo menggelar diskusi strategis membahas persoalan Papua, Kamis (23/4/2026), dengan fokus pada isu HAM, kebijakan pemerintah, serta solusi pendidikan dan kesehatan jangka panjang.
Diskusi berlangsung intens dengan menghadirkan sejumlah pimpinan PT Tarombo, di antaranya Kevin William Andri Siahaan, Michael Simanjuntak, Andre Skana Purba, Vando Sidauruk, Edi Sahputra Rumahorbo, serta Dimas Sanzahari. Mereka membedah berbagai persoalan krusial yang terjadi di Papua sepanjang 2025 hingga 2026.
Sejumlah kasus pelanggaran HAM menjadi sorotan utama. Peserta menyinggung insiden penembakan warga sipil di Kabupaten Puncak pada April 2026 yang tengah ditangani Komnas HAM. Selain itu, laporan Amnesty International terkait operasi militer di Kampung Yuguru pada Maret 2025 serta dugaan penggunaan drone di Yahukimo pada November 2025 turut dianalisis secara mendalam.
Dalam forum tersebut, para peserta menilai pola kekerasan yang berulang menunjukkan lemahnya penegakan hukum. Sistem peradilan militer dinilai menjadi salah satu faktor yang memicu impunitas.
Tak hanya itu, kebijakan pemerintah seperti Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke juga mendapat sorotan. Program tersebut dinilai berpotensi berdampak pada lingkungan dan hak masyarakat adat.
Diskusi juga merambah ke sektor kebijakan nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peserta menilai program tersebut belum tepat sasaran dan berisiko mengalihkan anggaran besar tanpa dampak signifikan terhadap pembangunan sumber daya manusia.
Program “Sekolah Rakyat” pun dinilai belum menyentuh akar persoalan pendidikan, terutama dalam peningkatan kualitas guru dan pemerataan infrastruktur di wilayah terpencil.
Sebagai solusi, forum ini mendorong transformasi pendidikan berbasis digital di Papua. Gagasan pengembangan sistem pendidikan mobile digital dinilai mampu menjangkau daerah terpencil dan mengurangi ketimpangan wilayah 3T.
“Permasalahan Papua tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan keamanan. Harus ada pendekatan berbasis pendidikan, kesehatan, dan keadilan sosial,” tegas Ruben Cornelius Siagian.
Sementara itu, Kevin William Andri Siahaan menyoroti ketimpangan di sektor pendidikan tinggi, khususnya bagi dosen swasta.
“Kami melihat ada ketimpangan serius dalam dunia pendidikan, khususnya bagi dosen swasta dan tenaga pendidik di Papua. Ini harus menjadi perhatian nasional,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Siagian Global Research dan PT Tarombo berencana menggelar konferensi nasional di Sumatera Utara dengan melibatkan akademisi, praktisi, serta perwakilan masyarakat Papua. Hasilnya akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada pemerintah, dengan harapan mampu menghadirkan solusi nyata dan berkelanjutan bagi Papua.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Rls