Inhu Perkuat Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan Lewat Penapisan Nilai Konservasi Tinggi dan Stok Karbon Tinggi
Foto bersama acara Kick Off Penapisan NKT-SKT yang digelar Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Inhu bersama Earthworm Foundation Indonesia.
INHU - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, mulai memperkuat pengelolaan lanskap berkelanjutan melalui penapisan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) dan Stok Karbon Tinggi (SKT). Langkah tersebut dibahas dalam Kick Off Penapisan NKT-SKT yang digelar Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Inhu bersama Earthworm Foundation Indonesia.
Sekitar 87 perwakilan dari pemerintah daerah, perusahaan, organisasi masyarakat sipil, koperasi petani kecil hingga pemangku kepentingan lainnya terlibat dalam kegiatan tersebut.
.jpg)
Penapisan NKT-SKT diarahkan untuk memperoleh gambaran awal mengenai kawasan yang memiliki potensi nilai ekologis, sosial, budaya, keanekaragaman hayati maupun stok karbon penting. Informasi tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengelolaan, perlindungan dan perencanaan pembangunan di wilayah Inhu.
Ketua Program Lapangan Earthworm Foundation Indonesia, Dean Affandi, menekankan pentingnya keterlibatan banyak pihak agar proses penapisan memiliki basis data yang kuat.

“Kita membutuhkan strategi pengelolaan yang sistemis, berbasis data spasial yang akurat, dan didukung oleh kesepahaman seluruh pihak. Di sinilah letak urgensi dan relevansi dari inisiatif yang kita mulai hari ini. Keberhasilan proses ini sangat bergantung pada keterbukaan, masukan, data lokal, dan komitmen dari seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.
Langkah tersebut menjadi penting di tengah berkembangnya aktivitas perkebunan kelapa sawit, Hutan Tanaman Industri (HTI) dan pemanfaatan lahan lainnya yang berkontribusi terhadap ekonomi daerah serta penghidupan masyarakat. Di sisi lain, perubahan penggunaan lahan berpotensi menekan keberadaan hutan alam dan memengaruhi kondisi sosial maupun ekologi.
Kepala DLHKP Inhu, Elpahri Adha, mengatakan pembangunan harus tetap berjalan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
.jpg)
“Kita tidak ingin pembangunan berjalan dengan mengabaikan nilai-nilai lingkungan yang ada. Kita perlu memastikan pembangunan dapat berjalan dengan tetap menjaga kekayaan alam, mempertahankan fungsi ekosistem, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi Umum Inhu, Suyono, menilai pendekatan NKT-SKT dapat memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data dan sains.
“Melalui momentum Kick Off Penapisan NKT-SKT ini, kita mengambil langkah penting dalam memetakan dan mengidentifikasi kawasan-kawasan yang memiliki nilai ekologis penting, keanekaragaman hayati tinggi, serta stok karbon yang signifikan di wilayah Indragiri Hulu. Pendekatan NKT-SKT dapat menjadi salah satu landasan berbasis sains yang penting dalam merumuskan perencanaan tata ruang dan pembangunan, perlindungan lingkungan, serta peningkatan daya saing ekonomi,” ujarnya.
Manajer Pendukung Lapangan Earthworm Foundation Indonesia, Yadi Kuswandana, menegaskan hasil penapisan belum menjadi keputusan final mengenai status suatu kawasan.
“Hasil proses ini diharapkan dapat menjadi salah satu dasar ilmiah dalam mendukung penyusunan regulasi terkait, serta membantu menentukan prioritas untuk proses verifikasi dan kajian lebih lanjut. Namun, hasil penapisan bukan merupakan penetapan akhir atas kawasan NKT-SKT, melainkan menjadi pijakan bagi para pihak untuk menentukan langkah tindak lanjut yang tepat dan sesuai,” katanya.
Ke depan, hasil penapisan diharapkan mendukung perlindungan hutan dan gambut, konservasi keanekaragaman hayati, pengembangan sawit berkelanjutan serta pengelolaan HTI yang bertanggung jawab dan sejalan dengan prinsip Tanpa Deforestasi, Tanpa Gambut, dan Tanpa Eksploitasi (NDPE).
Inisiatif ini menjadi bagian dari program lanskap Riau yang dikelola Earthworm Foundation dengan dukungan finansial sejumlah perusahaan dan lembaga, serta melibatkan pemerintah, masyarakat dan pemangku kepentingan lokal.
Editor :Tim Sigapnews