Bupati Kampar Dampingi Menteri LH Tinjau Karhutla di Tambang Kampar
Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat bersama Bupati Kampar Ahmad Yuzar, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, dan ahli kebakaran hutan dan lahan Bambang Hero Saharjo meninjau lokasi Karhutla.
KAMPAR — Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat bersama Bupati Kampar Ahmad Yuzar, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, dan ahli kebakaran hutan dan lahan Bambang Hero Saharjo meninjau lokasi Karhutla di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Sabtu (22/8/2026). Peninjauan dilakukan setelah sekitar 4 hektare lahan terbakar di kawasan tersebut.
Rombongan mengecek kondisi lahan yang telah terbakar, potensi munculnya kembali titik api, serta proses pemadaman dan pendinginan yang dilakukan petugas. Dandim 0313/KPR Letkol Czi Satriady Prabowo dan Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Sebayang turut mendampingi peninjauan.
Jumhur mengatakan api di lokasi telah berhasil dikendalikan. Namun, petugas belum menghentikan penanganan karena proses pendinginan masih diperlukan untuk memastikan bara di dalam lahan tidak kembali memicu kebakaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang bergotong royong, berjibaku untuk mematikan api, di mana pun kalian berada,” ujar Jumhur.
Menurutnya, penanganan Karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Pemerintah dan seluruh pihak terkait harus bergerak mulai dari pencegahan, pemadaman, penegakan hukum hingga pemulihan lingkungan.
“Penanganan karhutla harus dilakukan dari hulu sampai hilir. Pencegahan, pemadaman, penegakan hukum hingga pemulihan lingkungan harus berjalan bersama,” ujarnya.
Bupati Kampar Ahmad Yuzar memastikan pemerintah daerah terus mengawal penanganan kebakaran bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan unsur lainnya. Ia menilai tahap pendinginan sama pentingnya dengan pemadaman karena masih terdapat kemungkinan munculnya kembali api.
“Pemerintah Kabupaten Kampar bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan seluruh unsur terkait terus melakukan upaya penanganan Karhutla. Setelah api berhasil dipadamkan, proses pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat memicu kebakaran kembali,” ungkap Ahmad Yuzar.
Bupati juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Kita mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, dan apabila menemukan adanya titik api segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” tegasnya.
Peninjauan tersebut menegaskan bahwa penanganan Karhutla di Kampar tidak berhenti ketika api terlihat padam. Pendinginan dan pemantauan tetap menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran kembali meluas.
Editor :Tim Sigapnews