Film 'Kuyank' Sukses Eksplor Budaya Banjar, Bubuhan Wajib Ramaikan Bioskop 29 Januari
Produser film 'Kuyank', Johansyah Umberan, menggelar nonton duluan bersama warga KBB Riau dan penggiat media sosial di Studio 3 XXI Mall SKA.
PEKANBARU - Produser film 'Kuyank', Johansyah Umberan, menggelar nonton duluan bersama warga Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Riau dan penggiat media sosial di Studio 3 XXI Mall SKA, Pekanbaru, Rabu (7/1/2026), menjelang tayang nasional 29 Januari 2026.
Studio 3 XXI Mall Ska Pekanbaru dipenuhi antusiasme penonton saat film 'Kuyank' diputar lebih awal.
Sejak lampu bioskop diredupkan, penonton tampak larut mengikuti alur cerita film yang mengangkat kearifan lokal dan budaya Banjar dalam kemasan horor bernuansa humor.
Produser Kuyank, Johansyah Umberan, menyebut pemutaran ini sebagai bentuk apresiasi kepada komunitas Banjar dan pegiat media yang selama ini mendukung film bertema budaya daerah.
Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 29 Januari 2026.
Wakil Sekretaris Umum PP KBB Sa’Dunia, Indrawansyah Syarkowi, menyambut positif karya sineas muda kebanggaan Bubuhan Banjar tersebut.
“Alhamdulillah, film Kuyank mampu membangkitkan memori kita terhadap tradisi 'tutuha bahari' dan budaya dalam keseharian masyarakat Banjar. Ini sangat berarti bagi generasi muda,” ujarnya usai pemutaran.
Menurut Indrawansyah, film ini memiliki daya tarik kuat karena tidak hanya menonjolkan unsur horor, tetapi juga sarat pesan budaya.
“Kemasan yang diselingi humor membuat penonton yang awalnya takut justru larut mengikuti cerita. Bahkan ada warga yang sempat ragu datang karena mengira film ini murni horor, ternyata kaya visual budaya Banjar,” katanya.
Indrawansyah menilai pesan moral film Kuyank relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Nasihatnya jelas, jangan gegabah mengambil keputusan, kedepankan komunikasi agar tidak berujung penyesalan,” tegasnya.
Atas nama KBB, Indrawansyah menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan Johansyah Umberan dalam mengedukasi masyarakat melalui film.
“Kami berharap Kuyank sukses seperti Saranjana. Film ini juga bisa menghimpun Bubuhan Banjar di mana pun berada,” ucapnya.
Ia pun mengajak masyarakat Banjar di seluruh Indonesia untuk meramaikan bioskop.
“Tanggal 29 Januari 2026, mari Bubuhan Banjar di mana pun berada serbu bioskop di kota masing-masing untuk menonton Kuyank,” tutupnya.
Usai pemutaran, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama sutradara dan salah satu pemeran film yang memerankan tokoh mertua Rusmiati, menandai dukungan komunitas terhadap film budaya Banjar yang siap bersaing di layar lebar nasional.
Editor :Tim Sigapnews