| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 

Masyarakat Bonai Adakan Aksi Penolakan Camat Baru Didepankantor Bupati


T2 | Entertainment
Selasa, 04/09/2018 - 10:26:21 WIB
Masyarakat Bonai Adakan Aksi Penolakan Camat Baru Didepankantor Bupati

ROHUL (Sigapnews.co.id)–Meminta bapak Bupati Rohul H.Sukiman agar Pjs. Camat selama tahun 2018 ini, bernama Setiyono diangkat sebagai camat defenitif di Kecamatan Bonai Darussalam.

Menurut masyarakat Bonai Darussalam, selama kepempinan Setiyono meski Pjs Camat merangkap Sekeretaris Camat, pelayanannya sesuai di hati masyarakat.

"Beliau selalu mempermudah urusan masyarakat. Sehingga kami mempertahankannya. Untuk itu, kami mengharapkan Bapak Bupati Rohul H.Sukiman melantiknya sebagai camat defenitif di Kecamatan Banai Darussalam," pinta Murkas melalui wawancaranya usai bertemu dengan yang mewakili Bupati yakni Pj Sekda Abdul Haris yang diaminkan seluruh massa yang datang itu.

Ditanya kesimpulan pertemuan pada aksi damai masyarakat Bonai Darusalam kepada Pj Sekda Rohul, Murkas menyampaikan bahwa seluruh asipirasi mereka sudah diterima Pj. Sekda Abdul Haris dan akan meneruskan kepada Bupati H.Sukiman. Yang kebetulan saat aksi, bupati sedang dinas penting di Pekanbaru.

"Kami memberi waktu seminggu, harapan asipirasi masyarakat Bonai Darussalam bisa di realisasikan," jawab Murkas.

Pada pertemuan di ruang rapat Kantor Bupati Rohul itu, Pj Sekda Rohul Abdul Haris S.Sos, M.Si didampingi Kepala Badan Kepegawaian pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Muhammad Zaki, Kasat Pol PP Andi Yanto SH, MH, Kakesbangpol Musri, Kabag Umum Sony Efrinal menerima kedatangan perwakilan masyarakat Bonai Darussalam. Usai pertemuan masyarakat Bonai Darussalam pulang di bawah pengawalan Polsek Bonai Darussalam. Aksi berakhir kondusif.

Untuk diketahui sebelumnya, Sabtu, (1/9) dan ahad, (2/9) warga Bonai Darussalam sempat menyegel Kantor Camat mereka, hingga memasang berbagai tulisan di spanduk  warga menolak Penunjukan H. Basri sebagai camat Bonai Darusalam dan meminta bupati mengangkat camat saat ini, Setiyono sebagai camat defenitif.

Tokoh masyarakat Bonai Darusalam, Murkash kepada wartawan menilai, penunjukan H. Basri sebagai Camat Bonai Darusalam penuh dengan kejanggalan. Pasalnya, yang bersangkutan belum diambil sumpah jabatan, karena sedang menunaikan ibadah haji.

"Ini janggal, masak orangnya sedang tidak ada, dilantik juga kan aneh, ada apa ini?" kata Murkas sebelumnya.

Hal lain yang menyebabkan penolakan masyarakat tersebut karena yang bersangkutan dinilai kurang memiliki kompetensi menjadi camat.

Murkas juga menyesalkan sikap Pemkab Rohul yang tidak terlebih dahulu berkomunikasi dengan tokoh masyarakat Bonai Darusalam dalam penunjukan Camat Bonai

Meski sempat diwarnai perberdebatan alot dan nyaris ricuh, aksi unjuk rasa Warga Bonai Darusalam, menolak penunjukan camat baru,
akhirnya menemui titik temu.

Masyarakat akhirnya membuarkan diri, setelah mendapatkan kepastian,
bahwa Camat Bonai Darusalam, masih dijabat Setyono sebagai Plt Camat, sebelum H. Basri dilantik kembali.

Video Ratusan Warga Bonai Darussalam Demo Kantor Bupati Rokan Hulu

Baca : Ini Alasan Gabungan Masyarakat Bonai Darussalam Tolak H. Basri Sebagai Camat Baru

"Memang Pak H. Basri belum dilantik, karena beliau tengah menjalankan ibadah haji  dan oleh sebab itu sampai H. Basri dilantik, jabatan camat Bonai Darusalam tetap dijabat Plt Camat sebelumnya Setyono," ucap Kepala BKPP Rohul M. Zaki saat mediasi dengan masyarakat di ruang rapat Kantor Bupati Rohul Senin, (3/9/2018) menjawab asipirasi masyarakat Bonai Darussalam yang aksi damai.

Meski sikap warga melunak, namun warga Bonai meminta kepada Pemkab Rohul agar segera mencari solusi terkait penempatan camat baru di Bonai Darusalam. Warga tetap bersikukuh menolak penempatan kembali H.
Basri sebagai Camat Bonai Darusalam.

"Tuntutan kami menolak H. Basri sebagai camat bonai harga mati, kami berharap, Camat Bonai dikembalikan ke camat sebulumnya Setyono," ujar Murkas.

Dalam mediasi yang dilaksanakan di ruang rapat kantor Bupati Rohul
itu, Koordinator Aksi Murkash menyampaikan kronologis penolakan warga terhadap mantan camat mereka.

menurutnya, H.Basri sudah pernah diberi kesempatan oleh masyarakat namun dianggap masih belum mampu menjadi seorang pamong yang baik untuk masyarakat Bonai.

"Banyak kejanggalan yang dirasakan masyarakat terutama dari admistrasi pertanahan dan pelayanan lainya," ungkapnya.

Menjawab hal itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan pelatihan (BKPP) Rohul M.Zaki memahami tuntutan masyarakat tersebut. Namun pemerintah tidak bisa mendefenitifkan Setyono karena terganjal di pendidikan beliau, yang belum memenuhi syarat.

"Selama ini kami sudah akomodir, buktinya beberapa kali pemerintah
memperpanjang jabatan beliau sebagai Plt Camat Bonai Darussalam  dan kami juga sudah  menyarankan kepada  beliau untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah dan minimal D3, namun yang bersangkutan tidak mau karena
alasan usia," jelas Zaki

Disatu sisi, kata Zaki, pemerintah dituntut untuk cepat mendefetifkan
jabatan camat, karena sesuai aturan, Plt. tidak boleh lebih dari satu
tahun.

"Mengapa kami menunjuk  H. basri? ketika kami rapat baperjakat kami
belum tau ternyata ada persoalan yang prinsip antara masyarakat dengan H. basri, karena beliau orang Kepenuhan dekat dengan Bonai dan pernah menjadi camat di sana dan tidak ada masalah makanya beliau dipercaya bupati di sana," jelasnya.

Terkait pertanyaan masyarakat mengapa H. Basri tetap dilantik padahal yang bersangkutan tidak berada di Rohul. Zaki menyatakan hal itu tidak menyalahi aturan, karena yang dibacakan saat pelantikan jumat lalu
itu adalah SK pelantikan.

"SK beliau (H.Basri) memang sudah ada, tetapi beliau baru sah menjadi
camat apabila sudah dilantik dan diambil sumpah jabatanya. Jadi
sebelum beliau dilantik, maka jabatan Camat Bonai itu masih dijabat camat sekarang," terangnya.

Zaki berjanji, tuntutan masyarakat Bonai Darusalam akan disampaikan ke Bupati Rohul dan akan dirapatkan kembali oleh Baperjakat. Akan tetapi
Zaki tidak bisa memastikan

"Tapi kami akan memberikan masukan yang kuat kepada pimpinan terkait aspirasi masyarakat Bonai ini," terangnya.

Penjelasan dari Kepala BKPP Rohul ini cukup diterima Masyarakat Bonai. Setelah mediasi hampir satu jam, masa akhirnya membuarkan diri dengan tertib.





Berita Lainnya :
 
  • Sekdaprov Riau Lepas Tim Kolaborasi Bersama KPK RI Ke Kabupaten Di Riau
  • Pemprov Riau Berhati-hati Gunakan DAK Fisik 2018
  • LDII Riau Melaunching Program 'Santri Bekebun' Bersama PT EWINDO Indonesia
  • Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Diangkat Jadi Kabid Humas Polda Banten
  • Gubri Terpilih Syamsuar Dukung Penuh Keberadaan KIP Riau
  • Kapolres Rohul Adakan konferenai Pers Tentang Ops Zebra Muara Takus 2018,
  • Jembatan Muara Dilam Ambruk, Warga Mintak PUPR Segera Perbaiki
  • Germas Wujudkan Kuansing Sehat
  • Wako Pekanbaru Hadiri Panen Pedet dan Launching Agrotek Farm System
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved