| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 

Gontor Putri: Ciptakan Nyai-nyai Hebat, Mengerti Hak Yang Sama Dengan Laki-laki


Darmaningtyas | Pendidikan
Selasa, 27/06/2017 - 13:25:00 WIB
SIGAPNEWS.CO.ID | Jakarta - Perjuangan untuk menyejajarkan kedudukan perempuan berlangsung pula di sejumlah pesantren di Jawa. Di Pondok  Pesantren Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, Desa Sambirejo, Ngawi, Jawa Timur, lebih dari 3.000 santri setingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas diwajibkan mengikuti pelajaran tentang kewanitaan yang diberikan selama 45 menit di dalam kelas setiap pekan. Mata pelajaran itu disebut An-Nisaiyyat. Isinya tentang kesetaraan gender dan emansipasi wanita.

Guru Pesantren Gontor Putri, Asif Trisnani, mengatakan pengajaran An-Nisaiyyat bertujuan supaya para santri perempuan mengerti mereka memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Misalnya, perempuan juga berhak mendapatkan pendidikan tinggi. Sebab, dengan itu, martabat perempuan bisa kian terangkat. "Kami merujuk pada sikap Rasul yang memperlakukan perempuan dengan baik," kata pria 40 tahun itu.

Kendati terus menanamkan nilai-nilai kesetaraan gender, pesantren itu tak ingin santrinya lupa terhadap kodrat sebagai perempuan. Karena itu, pesantren ini juga membekali anak didik dengan pengetahuan tentang tugas perempuan sebagai istri dan ibu. "Kesetaraan gender bagi kami adalah meletakkan semuanya menurut posisi, tugas, dan kewajibannya," ujar Asif.

Atas dasar itu, pondok yang merupakan pengembangan Pesantren Gontor Putra ini mengajarkan sejumlah keterampilan kepada santri perempuan, misalnya memasak, menjahit, dan berdandan. "Tujuannya supaya kodrat perempuan tak tercabut," ucap Asif. Menurut dia, melalui pemberian materi dan keterampilan itu diharapkan muncul perempuan yang tangguh. "Akan tercipta nyai-nyai yang hebat."

Kisah beberapa pesantren putri dan perjuangannya mengajarkan kesetaraan gender, emansipasi, dan keberagaman lebih lengkap dapat dibaca di Majalah Tempo edisi 26 Juni 2017.

Prihandoko, Andri El Faruqi (Padang), Nofika Dian Nugroho (Ngawi), Ivansyah (Cirebon), Eko Widianto (Malang).(*)





Berita Lainnya :
 
  • MK Terima 328 PHPU, Berikut Ini Tahapan Penyelesaiannya
  • Pejabat Wajib Kandangkan Mobdin di Kediaman Gubri Saat Lebaran, DPRD Riau: Kita Minta 'Buktikan'
  • Pemprov Riau Larang Truk Lewat Jalan Provinsi Saat Mudik & Balik Idul Fitri
  • Bukti Prabowo Berupa Link Berita, TKN Jokowi: Kami Yakin MK Bakal Menolak
  • Partai NasDem: Terima Kasih Dipercaya Duduki 59 Kursi DPR RI Hasil Pileg 2019
  • Meski Minggu, MK Tetap Terima Kelengkapan Adminsitrasi Gugatan Pemilu
  • Pengamat: BPN Banyak Gunakan Berita Media Dalam Bukti Kecurangan Pilpres
  • Hamdan Zoelva: Prabowo Bisa Menang Pilpres 2019Jika Lakukan Ini
  • PT. EDI Buka Bersama Kaum Dhuafa, Anak Yatim Yang Tersebar Di 6 Desa Dan Kelurahan
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved