| | | | | | | | |
| | | | | | | |
 
Impor Rektor

Impor Rektor Asing, Menko PMK: Biar Universitas Lebih Baik


Sigapnews | Pendidikan
Selasa, 06/08/2019 - 03:32:33 WIB
Menko PMK Puan Maharani (kiri) berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) disaksikan Menko Perekonomian Darmin Nasution sebelum mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (8/7/2019. (Foto: Sigapnews.co.id/
TERKAIT:
SIGAPNEWS.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani merespons rencana impor rektor asing untuk memimpin universitas di Indonesia.

Dia mengatakan aturan itu saat ini masih terus dibahas oleh kementerian terkait.

"Jadi semangatnya, bagaimana kemudian universitas itu bisa lebih baik daripada sekarang, itu kenapa kemudian supaya kita bisa mempunyai pemikiran yang lebih maju,” kata Puan di Istana Negara, Jakarta seperti dikutip dalam situs Setkab.go.id, Senin (5/8/2019).

Kendati demikian, Puan mengatakan, kebijakan mendatangkan dosen atau rektor yang diimpor dari luar negeri perlu dilihat secara lebih luas. Khususnya mengenai manfaat yang bisa diperoleh dan juga konsekuensi yang bisa muncul dari kebijakan tersebut.

Puan menjelaskan, saat ini Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) masih terus membahas mengenai manfaat dan juga konsekuensi dari adanya kebijakan itu. Selain itu, hingga saat ini pemerintah juga belum membahas perguruan tinggi mana yang bakal terdampak kebijakan ini.

Puan Maharani juga mengingatkan, ke depan fokus pemerintah adalah pengembangan sumber daya manusia yang lebih unggul sehingga mempunyai kompetensi yang lebih baik. Karena itu, dia berharap kebijakan tersebut juga bisa sejalan dengan fokus serta program pemerintah tersebut.

Sebelumnya, Kemenristekdikti menyatakan membutuhkan standard internasional terkait kebijakan akan merekrut rektor asing untuk perguruan tinggi negeri di Indonesia. Kementerian menyatakan ada tiga kriteria penting yang harus dimiliki oleh calon rektor tersebut.

Ketiga kriteria penting itu adalah jaringan, kapabilitas, dan pemahaman konteks Indonesia. "Konteks Indonesianya juga adalah pertimbangan penting, khususnya pemahaman rektor akan tantangan dan peluang masing-masing perguruan tinggi," kata Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Ismunandar, Senin, (5/8/2019).(*)

Liputan: Piter
Editor  : Robinsar Siburian





Berita Lainnya :
 
  • Budayakan Bahasa, Di Lhokseumawe Setiap Jumat Wajib Berbahasa Aceh
  • Kejati Jatim Tunggu Juknis Kejagung Soal Hukuman Kebiri Kimia
  • Terkait Kasus Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, 5 TNI Diskors
  • KJRI di Penang dan Pemprov Sumut Upayakan Pemulangan TKI yang Telantar
  • Luas Karhutla Sumsel Capai 1.675 Hektare
  • Anggota Legislatif Aceh: Dari 731 kursi Terpilih 83 Perempuan
  • Pascapembajakan KM Mina Sejati, Keberadaan 23 ABK Masih Misterius
  • Air Terjun 86 Inhil, Destinasi Wisata yang Cukup Menakjubkan
  • Kejuaraan Dunia Badminton, Hendra Tak Nyangka Rebut Gelar Ketiga
  •  
     
     
     
     
     
     
    Polri dan Mitra Litas Daerah  
    -Mitra Polri   Provinsi Riau Utama
    -Polda Riau -Polresta Pekanbaru -Polres Inhil -Kota Pekanbaru -Kab. Inhil -Nasional -Pendidikan
      -Polres Dumai -Polres Rohul -Kota Dumai -Kab. Rohul -Politik -Hiburan
      -Polres Kampar -Polres Rohil -Kab. Kampar -Kab. Rohil -Ekonomi -Pertanian
      -Polres Bengkalis -Polres Kuansing -Kab. Bengkalis -Kab. Kuansing -Hukrim -Advertorial
      -Polres Pelalawan -Polres Siak -Kab. Pelalawan -Kab. Siak -Sosial -Lensa Foto
      -Polres Inhu -Polres Meranti -Kab. Inhu -Kab. Meranti -Budaya -Foto
    About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
    Copyright © 2015-2017 PT. MEDIA SIGAP INDONESIA, All Rights Reserved